Ia juga mengungkapkan sejumlah hal yang perlu segera dibenahi Persija Women. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kebugaran pemain, jam terbang para pemain muda, serta kemampuan memaksimalkan peluang di area pertahanan lawan.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Ricky secara terbuka mengakui bahwa Dewa United memiliki kesiapan yang lebih baik. Menurutnya, keunggulan lawan terlihat dari kualitas individu serta kondisi fisik para pemain.
Pertama, saya ucapkan selamat untuk Dewa United. Memang saya melihat beberapa pemain mereka sudah jauh lebih siap dari segi individu maupun kekuatan fisik untuk level tim putri. Itu harus kita akui dan sudah kita pelajari untuk mencoba menandingi mereka,”
ujar Ricky Minggu 1 November 2026..
Pengakuan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi bagi Persija Women. Ricky menilai timnya masih perlu meningkatkan sejumlah aspek agar mampu bersaing lebih baik menghadapi lawan-lawan di kompetisi IWL.
Terkendala Kondisi Fisik
Persija Women sebenarnya berusaha mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Ricky menerapkan strategi tekanan tinggi atau high pressing dengan menurunkan dua penyerang untuk mengeksploitasi celah di lini belakang Dewa United.
Namun, strategi tersebut membutuhkan energi besar. Kondisi cuaca sore yang panas turut membuat stamina pemain terkuras lebih cepat, terutama pada babak pertama.
Situasi itu kemudian memaksa Ricky melakukan penyesuaian posisi. Ketika tenaga dua penyerang mulai menurun, Saki Nishihara harus bergerak lebih ke depan, sementara Kika menghadapi tantangan ketika berduel dengan pemain lawan yang lebih berpengalaman.
Bermain dengan pressure tinggi membutuhkan tenaga yang jauh lebih besar, sehingga fisik anak-anak cukup terkuras di babak pertama. Ketika tenaga dua striker kita habis, kita terpaksa melakukan penyesuaian posisi. Saki (Nishihara) harus naik ke depan, dan Kika terpaksa berduel langsung dengan pemain-pemain senior lawan. Di situlah terlihat pemain muda kita masih kalah pengalaman,”
jelasnya.
Selain persoalan kebugaran, Ricky juga harus melakukan perubahan di sektor pertahanan. Absennya Vivi akibat akumulasi kartu kuning membuat Ega mendapatkan kesempatan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan bek senior tersebut.
Permainan Persija
Meski tertinggal lebih dulu, Persija Women memperlihatkan perkembangan permainan setelah turun minum. Ricky melihat anak asuhnya mulai mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan meningkatkan tekanan kepada Dewa United.
Sejumlah serangan berhasil dibangun hingga memasuki area pertahanan lawan. Persija juga beberapa kali mengirimkan umpan silang ke kotak penalti, tetapi upaya tersebut belum menghasilkan gol.
Menurut Ricky, persoalan utama yang masih harus dibenahi adalah kualitas kontrol bola dan teknik dasar ketika menyelesaikan peluang.
Di babak kedua khususnya, kita lebih bisa mengontrol permainan dan mencoba lebih banyak menekan lawan. Hanya saja sayang sekali belum bisa menjadi peluang untuk mencetak gol. Beberapa kali kita sudah bisa masuk ke area pertahanan lawan dan melepas crossing ke kotak penalti, tetapi kontrol bola dan basic technique di penyelesaian akhir memang perlu diperbaiki,”
tambah Ricky.
Evaluasi tersebut menjadi pekerjaan penting bagi Persija Women. Kemampuan mempertahankan intensitas permainan sekaligus meningkatkan efektivitas serangan dibutuhkan agar tim tidak kembali kehilangan poin pada pertandingan berikutnya.
Persija Women Kesulitan
Kekalahan dari Dewa United membuat Persija Jakarta Women belum berhasil mengumpulkan poin dalam tiga pertandingan awal Indonesia Women’s League 2026/2027.
Meski awal musim belum berjalan sesuai harapan, Ricky tidak ingin timnya larut dalam kekecewaan. Ia menegaskan masih banyak pertandingan tersisa yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki posisi dan performa Persija Women.
Pelatih tersebut juga menjadikan kekalahan dalam laga debutnya sebagai pengalaman penting untuk membangun tim ke depannya.
Ini baru game pertama saya di IWL. Masih ada sekitar 12 atau 13 pertandingan lagi yang akan kita maksimalkan. Ini jadi pelajaran berharga, semoga di pertandingan berikutnya kita bisa tampil lebih baik dan mengamankan tiga poin,”
tukasnya.
Ricky kini memiliki tugas untuk membenahi kekurangan Persija Women, terutama dari sisi fisik, pengalaman pemain muda, dan penyelesaian akhir.
Harapannya, evaluasi tersebut dapat menjadi modal bagi Macan Kemayoran Women untuk meraih hasil lebih baik pada pertandingan selanjutnya.