Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Otomotif

DPR Minta BYD Libatkan Tenaga Lokal hingga Level Manajemen, Bukan Cuma jadi OB dan Security

DPR mendorong perusahaan asal China itu memperluas penyerapan tenaga kerja lokal hingga posisi administrasi dan manajemen.

Seorang pekerja melintas di fasilitas produksi kendaraan listrik BYD di Subang, Jawa Barat
Seorang pekerja melintas di fasilitas produksi kendaraan listrik BYD di Subang, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj)

Investasi kendaraan listrik PT BYD Auto Indonesia di Subang, Jawa Barat, diminta tidak sekadar membuka lapangan kerja di posisi bawah.

DPR mendorong perusahaan asal China itu memperluas penyerapan tenaga kerja lokal hingga posisi administrasi dan manajemen.

Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan mengatakan kehadiran industri besar harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Iklan

Tenaga kerja Indonesia, kata dia, jangan hanya ditempatkan pada pekerjaan operasional atau pendukung.

Kita jangan sampai tenaga lokal hanya dipakai seperti office boy, security, atau operator. Tenaga lokal juga harus masuk ke administrasi, manajemen, dan sebagainya,”

kata Rokhmat saat mengikuti Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI mengunjungi PT BYD Auto Indonesia di Subang, Jawa Barat, dikutip pada Sabtu, 5 September 2026.

Menurut politikus Fraksi Partai Gerindra itu, investasi BYD memang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Namun, manfaat tersebut harus benar-benar dirasakan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Kami dari Fraksi Partai Gerindra mengapresiasi kehadiran BYD karena investasi ini sangat bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, dan negara,”

ujarnya.

Rokhmat menilai ukuran manfaat investasi tidak cukup hanya dilihat dari nilai investasi maupun jumlah lapangan kerja yang dibuka.

Dampak Ekonomi

Keterlibatan masyarakat lokal dalam berbagai tingkatan pekerjaan juga menjadi bagian penting dari dampak ekonomi yang harus dihasilkan.

Selain tenaga kerja, Rokhmat menyoroti penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN. Ia meminta BYD melibatkan industri lokal dan pelaku usaha di sekitar kawasan industri dalam rantai pasok perusahaan.

Gunakanlah TKDN supaya suplai lokal melibatkan masyarakat sekitar dan industri kecil sehingga mereka bisa menjadi pemasok untuk BYD,”

katanya.

Menurut dia, keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok akan membuat manfaat keberadaan pabrik tidak berhenti di dalam kawasan industri. Perputaran ekonomi juga bisa menjangkau industri kecil dan masyarakat di sekitar lokasi.

Pilihan EditorHadi Febriansyah

Pabrik BYD Subang Jadi Mesin Lapangan Kerja, Bidik 20 Ribu Karyawan

Rokhmat menambahkan, industri besar seharusnya membangun ekosistem yang saling menguatkan dengan industri dalam negeri.

Jangan sampai kehadiran perusahaan besar justru membuat usaha lokal yang sudah berkembang kehilangan ruang.

Keterlibatan Industri Lokal

Ia menilai industri nasional perlu memperoleh kesempatan untuk tumbuh bersama investasi besar yang masuk ke Indonesia. Karena itu, keterlibatan industri lokal harus menjadi bagian dari ekosistem produksi, bukan sekadar pelengkap.

Saya berharap keberadaan pabrik BYD di Subang tidak hanya menjadi pusat produksi kendaraan listrik, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan industri dalam negeri,”

ujar Rokhmat.

Ia menegaskan keberadaan industri besar harus memberikan efek berantai bagi perekonomian. Investasi tidak boleh hanya menghasilkan produk, sementara masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kawasan tidak memperoleh manfaat yang sepadan.

Industri kita justru harus saling menghidupkan. Tentunya ini akan menjadi perhatian di Komisi XII,”

tandasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.