Mobil listrik memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kendaraan bermesin konvensional. Salah satu komponen paling penting sekaligus bernilai tinggi adalah baterai tegangan tinggi.

Komponen ini tidak hanya berperan sebagai sumber tenaga kendaraan, tetapi juga berhubungan langsung dengan jarak tempuh, waktu pengisian daya, hingga masa pakai mobil listrik.

Karena harganya relatif mahal, kondisi baterai perlu dijaga sejak awal. Kebiasaan penggunaan yang kurang tepat maupun faktor lingkungan tertentu dapat mempercepat penurunan performanya.

Berikut lima hal yang perlu diperhatikan pemilik mobil listrik agar kondisi baterai tetap terjaga.

1. Terlalu Lama Membiarkan Baterai Mengisi

Melansir dari situs Wuling, Selasa 12 September 2926, salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah membiarkan kendaraan terus melakukan pengisian daya ketika kapasitas baterai sudah penuh.

Kondisi overcharging dapat memberikan beban tambahan pada sel baterai. Panas yang muncul secara berlebihan juga berpotensi mempercepat degradasi komponen internal.

Karena itu, pemilik sebaiknya mengikuti panduan pengisian daya yang diberikan oleh produsen kendaraan.

2. Mengabaikan Masalah Kelistrikan

Gangguan pada sistem kelistrikan mobil listrik juga tidak boleh dianggap sepele. Korsleting atau hubungan arus pendek yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan aliran listrik menjadi tidak terkendali.

Selain masalah kelistrikan, kerusakan fisik pada sel baterai juga perlu mendapatkan perhatian. Kebocoran dapat terjadi akibat cacat manufaktur maupun benturan dan berpotensi menyebabkan kenaikan temperatur secara ekstrem.

3. Sering Terpapar Suhu Ekstrem

Temperatur lingkungan menjadi faktor lain yang dapat memengaruhi kondisi baterai mobil listrik. Meninggalkan mobil dalam kondisi terparkir di tempat yang sangat panas dalam waktu lama berpotensi mempercepat penurunan kapasitas baterai.

Sebaliknya, suhu yang terlalu rendah juga dapat memengaruhi efisiensi dan performa baterai. Dalam kondisi tertentu, kemampuan baterai dalam menyalurkan daya bisa mengalami penurunan.

4. Mengalami Benturan Keras

Bagian bawah kendaraan menjadi salah satu area yang perlu diperhatikan ketika mengemudikan mobil listrik. Gaya berkendara yang kurang hati-hati dapat meningkatkan risiko benturan pada dek bawah, tempat baterai tegangan tinggi berada.

Benturan keras, terutama akibat kecelakaan, berpotensi merusak struktur pelindung baterai dan sel di dalamnya. Kerusakan tersebut juga dapat menyebabkan kebocoran cairan elektrolit yang memiliki sifat mudah terbakar.

5. Mengabaikan Gejala Thermal Runaway

Thermal runaway merupakan kondisi yang perlu diwaspadai pada baterai kendaraan listrik. Masalah pada salah satu sel baterai dapat memicu reaksi eksotermik dan menghasilkan panas dalam jumlah besar. 

Jika tidak segera ditangani, panas tersebut dapat merambat ke sel lain dan menyebabkan kerusakan yang lebih luas. Karena itu, setiap indikasi masalah pada sistem baterai sebaiknya segera diperiksa oleh teknisi atau fasilitas servis yang memiliki kompetensi menangani kendaraan listrik.

Baterai merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan performa kendaraan listrik. Selain memengaruhi jarak tempuh dan proses pengisian daya, kondisi baterai juga berkaitan dengan usia pakai kendaraan.

Memahami berbagai faktor yang dapat mempercepat kerusakan baterai akan membantu pemilik melakukan langkah pencegahan. Dengan penggunaan dan perawatan yang tepat, performa baterai mobil listrik diharapkan dapat tetap optimal dalam jangka panjang.