Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Otomotif

Bongkar Dapur F1: Bagaimana 42 Ton Kargo Pindah Negara dalam Hitungan Hari?

Bayangkan, setelah Grand Prix Azerbaijan pada 24-26 September 2026, F1 kembali beraksi di Malaysia pada 2-4 Oktober, sebelum melanjutkan perjalanan ke Singapura pada 9-11 Oktober.

42 Ton Kargo Pindah Negara
42 Ton Kargo Pindah Negara (Foto: formula1.com)

Balapan Formula 1 (F1) mungkin hanya berlangsung sekitar dua jam, tetapi apakah kamu tahu bagaimana cara memindahkan dua mobil balap beserta puluhan ton peralatan dan kru dari negara satu ke negara berikutnya dalam hitungan hari?

Bayangkan, setelah Grand Prix Azerbaijan pada 24-26 September 2026, F1 kembali beraksi di Malaysia pada 2-4 Oktober, sebelum melanjutkan perjalanan ke Singapura pada 9-11 Oktober.

Jarak waktunya hanya beberapa hari, tetapi seluruh tim harus kembali siap bertanding.

Iklan

Lantas, bagaimana F1 bisa memindahkan semua kebutuhan balapnya secepat itu?

Mobil Dibongkar, Kargo Ditata

Dikutip dari laman resmi Formula 1, Race Team Operations Manager Haas Geoff Simmonds pernah mengungkapkan bahwa timnya harus mengirimkan 34 ton kargo melalui udara dan 8 ton lewat jalur laut untuk F1 musim 2020, yang jika ditotal perlengkapan yang harus dikirim mencapai 42 ton.

Barang yang dikirim bukan hanya mobil balap, tetapi juga sasis cadangan, suku cadang, perangkat pit wall, komputer, hingga perlengkapan operasional tim. Semua harus dikemas dan didata agar tidak ada komponen penting yang tertinggal.

Ibarat bermain Tetris , setiap barang harus ditempatkan secara tepat supaya muat di ruang kargo sekaligus aman selama perjalanan.

Mobil F1 pun tidak selalu dikirim dalam kondisi utuh. Sejumlah komponen, seperti sayap depan dan belakang serta roda, dapat dilepas untuk mempermudah pengemasan.

Sasis dan komponen penting lainnya juga harus ditempatkan dalam kemasan khusus agar aman selama pengiriman.

Setibanya di sirkuit, mekanik akan merakit kembali mobil dan memeriksa sistemnya sebelum kendaraan digunakan.

Sebagai gambaran, mobil F1 terdiri dari sekitar 5.000 komponen, sehingga proses persiapannya membutuhkan ketelitian tinggi.

Pesawat, Kapal, dan Truk

Puluhan ton perlengkapan tersebut ternyata tidak dikirim menggunakan satu jenis transportasi. F1 bersama mitra logistik resminya DHL menggunakan pengiriman udara, laut, dan darat berdasarkan kebutuhan serta jadwal setiap balapan.

Kargo udara menjadi pilihan untuk perlengkapan yang urgent dan harus segera sampai, termasuk mobil balap dan komponen penting. Transportasi ini membantu memangkas waktu perjalanan jarak jauh.

Sementara itu, kargo laut digunakan untuk barang yang bisa dikirim lebih awal, seperti perlengkapan garasi, furnitur, dan kebutuhan operasional tertentu dapat menempuh perjalanan lebih lama karena tidak semuanya dibutuhkan secara mendesak.

Adapun truk digunakan untuk menghubungkan bandara atau pelabuhan dengan sirkuit, serta mengangkut perlengkapan untuk rangkaian balapan yang memungkinkan perjalanan darat.

Pembagian ini membuat setiap barang memiliki jalur pengiriman sesuai prioritasnya. Sehingga, tim tidak perlu menunggu seluruh perlengkapan tiba secara bersamaan untuk mulai melakukan persiapan.

Logistik Sudah Diatur

Rahasia perpindahan F1 bukan semata-mata kecepatan pesawat, melainkan juga perencanaan yang dilakukan jauh sebelum balapan dimulai.

Melansir dari The Straits Times, perencanaan logistik F1 dimulai setelah kalender balapan musim berikutnya diumumkan. DHL dan tim kemudian mengatur rute pengiriman serta membagi perlengkapan ke beberapa jalur.

Setiap tim juga menggunakan beberapa set perlengkapan yang bergerak melalui rute logistik berbeda. Strategi ini digunakan agar mengurangi waktu tunggu dan risiko keterlambatan karena satu pengiriman tidak harus menanggung seluruh kebutuhan operasional.

Jadi, ketika satu balapan berlangsung, sebagian perlengkapan untuk seri berikutnya bisa saja sudah dalam perjalanan. Proses pengiriman berjalan bersamaan dengan aktivitas tim di sirkuit.

Itulah sebabnya perpindahan dari Azerbaijan ke Malaysia, kemudian ke Singapura, tidak berarti semua barang baru mulai dikirim setelah balapan sebelumnya selesai.

Berpacu dengan Waktu

Bukan hanya mobil dan peralatan yang harus berpindah. Pembalap, mekanik, insinyur, teknisi, serta staf pendukung juga mengikuti kalender balapan yang padat.

Namun, perjalanan personel tidak selalu sama dengan perjalanan kargo. Para kru dapat menggunakan penerbangan penumpang, sedangkan mobil dan perlengkapan mengikuti jadwal pengiriman tersendiri.

Sesampainya di sirkuit baru, mekanik harus menyiapkan garasi, merakit mobil, memeriksa komponen, dan memastikan semuanya siap sebelum sesi latihan dimulai.

Pekerjaan ini membutuhkan koordinasi karena keterlambatan satu komponen penting dapat mengganggu persiapan kendaraan. Tim tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu ketika jadwal balapan sudah ditentukan.

1.400 Ton Kargo

Skala logistik F1 ternyata jauh lebih besar daripada yang terlihat di layar televisi. Menurut laporan The Straits Times, dalam satu musim pertandingan F1 dengan lebih dari 20 balapan ada sekitar 1.400 ton mobil balap, mesin, bahan bakar, dan perlengkapan hospitality yang dipindahkan.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya pekerjaan di balik setiap Grand Prix. DHL dan tim F1 harus mengkoordinasikan pengiriman lintas benua, mengatur waktu kedatangan barang, serta mengantisipasi risiko yang dapat mengganggu jadwal.

Jadi, ketika mobil F1 kembali melaju di sirkuit hanya beberapa hari setelah balapan sebelumnya, ada operasi besar yang bekerja di belakang layar.

Bagi penonton, balapan mungkin hanya berlangsung sekitar dua jam. Namun, bagi kru dan tim logistik, pekerjaan belum selesai ketika bendera finis dikibarkan.

Mereka harus segera mengemas perlengkapan, mengirimkannya ke lokasi berikutnya, dan memastikan semuanya siap untuk balapan selanjutnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Internship

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.