Ketiganya memiliki kemampuan yang berbeda, dengan konfigurasi Rocket menjadi versi paling ekstrem.
Pada konfigurasi Rocket, mobil tersebut hanya terdapat satu kursi di dalamnya dan Tesla menambahkan cold-gas thrusters di sejumlah bagian mobil.
Dorongan Tenaga Ekstra
Sistem tersebut dapat memberikan dorongan tenaga ekstra ke depan, ke atas, hingga membantu kendaraan melakukan gerakan rotasi di udara.
Dengan menggabungkan komponen dari SpaceX, Tesla bahkan menyebut konfigurasi Rocket dapat dipakai terbang. Namun, versi tersebut tidak diperuntukkan untuk penggunaan di jalan umum.
Selain teknologi pendorong, Tesla Roadster juga dilengkapi sejumlah teknologi lain seperti steer-by-wire, Track Mode, serta atap kaca yang dapat dilepas pasang.
Generasi kedua Tesla Roadster yang diperkenalkan kali ini merupakan pengembangan dari generasi kedua yang pertama kali diperkenalkan pada 2017.
Mobil ini masih banyak dipertanyakan pecinta otomotif terkait fitur keselamatannya di jalan raya.
Hingga saat ini Tesla belum resmi memproduksi mobil tersebut. Elon Musk menargetkan produksi Tesla Roadster dimulai pada 2028.