Semakin kecil angka tersebut, semakin mudah oli mengalir ke dalam mesin ketika berada dalam kondisi dingin. Misalnya, oli dengan kode 10W dapat mengalir lebih baik pada tekanan suhu rendah dibandingkan dengan oli nomor 20W.
Hal tersebut cukup penting untuk kendaraan, karena sebagian besar kekeringan mesin dapat terjadi ketika kendaraan baru dinyalakan.
Oli yang mengalir dengan mudah dapat membantu melindungi komponen mesin beberapa detik pertama setelah dinyalakan.
Sementara angka menunjukkan tingkat kekentalan oli ketika mesin berada pada suhu panas. Semakin besar angkanya, semakin kental oli ketika mesin berada dalam kondisi panas.
Kenapa Ada Dua Angka?
Penggunaan dua angka pada oli berkaitan dengan perkembangan oli multigrade. Pada awal perkembangan kendaraan, oli umumnya hanya memiliki satu tingkat kekentalan.
Oli multigrade kemudian dikembangkan agar tetap dapat mengalir ketika mesin dingin dan tetap bertahan dengan tidak terlalu encer ketika mesin sudah mulai panas.
Sistem pemberian dua angka tersebut mengikuti standar viskositas atau kekentalan yang ditetapkan oleh Society of Automotive Engineers (SAE).
Meski begitu, pemilik kendaraan tidak bisa memilih oli hanya berdasarkan angka yang lebih rendah atau lebih tinggi. Jenis oli yang digunakan tetap harus mengikuti spesifikasi yang direkomendasikan oleh pabrik kendaraan.
Dengan memahami kode oli tersebut, pemilik kendaraan dapat mengetahui karakteristik oli sebelum menggunakannya pada mesin.