Hasil Uji Tabrak
Dalam pengujian tersebut, Latin NCAP melakukan sejumlah tes, mulai dari benturan depan, benturan samping, perlindungan leher, hingga pengujian terhadap pejalan kaki dan anak.
Pada pengujian benturan depan, mobil tersebut menunjukkan perlindungan yang buruk terhadap dada pengemudi.
Selain itu, mobil tersebut juga memiliki risiko kebakaran yang dinilai dapat membahayakan penumpang maupun petugas yang melakukan proses penyelamatan.
Selain itu, Chery Tiggo 2 tidak memiliki perlindungan kepala bagian samping sebagai fitur standar. Hal tersebut membuat pengujian benturan terhadap tiang tidak dapat dilakukan dan memengaruhi hasil penilaian.
Pengujian lainnya juga dilakukan pada perlindungan anak. Mobil ini mendapat nol persen setelah Latin NCAP menemukan nilai biomekanis yang tinggi pada bagian kepala dan leher boneka replika manusia.
Dilanjutkan pada boneka berusia 3 tahun yang juga mendapat nilai rendah dengan menunjukkan paparan kepala yang jelas dan risiko terlempar keluar pada uji benturan samping.
Jelas Tiggo 2 bukanlah contohnya dan ini menempatkan Chery dalam sorotan karena menawarkan kinerja keselamatan yang sangat rendah pada model yang termasuk dalam segmen populer di wilayah kami,”
ujar Sekjen Latin NCAP, Alejandro Furas, Senin, 2 November 2026.
Tidak Dilengkapi ADAS
Chery Tiggo 2 juga tidak menawarkan teknologi bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
Fitur seperti Blind Spot Detection, Lane Support Systems, Speed Assist, dan Automatic Emergency Braking (AEB) juga tidak tersedia pada mobil tersebut.
Secara keseluruhan, mobil ini mendapat skor 48,89 persen untuk perlindungan pejalan kaki. Sementara untuk fitur bantuan keselamatan, mobil ini mendapat skor 45,45 persen.
Melihat hasil yang di bawah standar tersebut, ketua Latin NCAP, Stephan Brodziak, mengatakan bahwa mobil tersebut harus mampu mengatasi kegagalan pengujian demi meningkatkan keselamatan konsumen di wilayah Amerika Latin dan Karibia.
Chery harus segera mengatasi kegagalan serius ini dan menunjukkan peningkatan melalui pengujian independen,”
ujar Stephan Brodziak.