Menariknya, mobil ini dapat mencampurkan bahan bakar metanol dan bensin dalam berbagai perbandingan melalui satu tangki yang sama.
Mengutip keterangan resmi Geely, mesin hybrid metanol yang digunakan memiliki efisiensi termal mencapai 48,15 persen.
Selain itu mesin tersebut juga dilengkapi teknologi injeksi langsung bertekanan tinggi 350 bar dan sistem pengapian berdaya tinggi.
Teknologi tersebut memungkinkan Geely Xingyao 6 EF menyalakan mesin dalam kondisi suhu ekstrem hingga mendekati minus 40 derajat Celsius.
Tenaga Listrik
Dari segi jarak tempuh, mobil tersebut mampu menempuh hingga 230 kilometer hanya dengan menggunakan tenaga listrik.
Sementara itu jika menggunakan bensin, jarak tempuh gabungannya mampu mencapai 1.880 kilometer.
Geely Xingyao 6 EF dibangun menggunakan GEA (Global Intelligent Electric Architecture) dengan panjang bodi 4,8 meter dan jarak sumbu roda 2.756 milimeter.
Melalui teknologi tersebut, Geely ingin menghadirkan alternatif kendaraan ramah lingkungan yang dapat melengkapi mobil listrik dan hybrid konvensional, terutama untuk penggunaan di wilayah bersuhu dingin dan perjalanan jarak jauh.
Hingga informasi terbaru yang diberikan Geely, belum ada informasi lebih lanjut terkait kepastian tanggal mobil ini akan dipasarkan secara global.