Menurutnya, ketiga program tersebut memberikan multiplier effect besar bagi masyarakat dan daerah.
Program MBG memperkuat daya beli sekaligus rantai pasok pertanian. Hilirisasi menambah nilai industri nasional, sementara rumah subsidi membuka lapangan kerja besar-besaran,” jelasnya.
Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Bisa Tembus 5 Persen
Selain itu, Misbakhun menyoroti berbagai stimulus ekonomi pemerintah seperti bantuan sosial, pembiayaan UMKM, insentif industri, dan program magang nasional yang dinilainya mampu memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kalau dijalankan konsisten dan tepat sasaran, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terus dijaga di kisaran 5 persen atau bahkan lebih,” tegasnya.
Namun, Misbakhun mengingatkan bahwa keberhasilan ekonomi tidak ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan kecepatan dan ketepatan eksekusi program di lapangan.
Misbakhun juga menekankan pentingnya disiplin fiskal dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan ekonomi bisa berjalan optimal.
Ia berharap setiap stimulus ekonomi diarahkan pada sektor produktif seperti hilirisasi, pertanian bernilai tambah, dan ekspor berbasis inovasi.
Stimulus jangan hanya mendorong konsumsi, tapi juga memperkuat struktur ekonomi nasional agar Indonesia bisa naik kelas,” ujarnya.
DPR Siap Kawal Kebijakan Ekonomi Inklusif
Sebagai mitra strategis pemerintah, Komisi XI DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kinerja ekonomi nasional sangat bergantung pada soliditas antar level pemerintahan. Kalau pusat dan daerah kompak, manfaatnya bisa dirasakan sampai pelosok,” pungkas Misbakhun.