Mempertimbangkan skala kerusakan, Kemendikdasmen pun membeberkan tiga kebutuhan utama pemulihan, seperti penyediaan ruang kelas darurat, perlengkapan belajar bagi siswa, serta layanan dukungan psikososial untuk mempercepat kesiapan peserta didik mengikuti pembelajaran dalam situasi darurat.
Di tengah tantangan tersebut, Kemendikdasmen menekankan bahwa pemulihan pendidikan bukan kerja satu pihak saja. Gotong royong menjadi landasan utama percepatan penanganan.
Kami juga telah melaksanakan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota terdampak, yang menghasilkan beberapa langkah penting, di antaranya validasi data kerusakan, percepatan pemulihan pembelajaran, distribusi bantuan secara berjenjang, penetapan klasifikasi kerusakan sekolah untuk menentukan intervensi prioritas, serta fleksibilitas penjadwalan pembelajaran dan ujian sekolah sesuai kondisi setiap daerah,” ujar
Abdul Mu’ti.
Sejumlah bantuan langsung telah disalurkan ke provinsi terdampak. Total bantuan yang tersedia mencakup Rp21,1 miliar dana tanggap darurat untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran darurat, penyediaan tenda kelas, pengadaan perlengkapan belajar, kegiatan dukungan psikososial, serta distribusi logistik pendidikan di area terdampak.
Di Sumatra Barat, bantuan operasional tanggap darurat senilai Rp5,7 miliar dan Rp293 juta santunan bagi GTK serta peserta didik korban meninggal dan luka berat telah disalurkan.
Di Aceh, bantuan Rp560 juta diberikan kepada tiga kabupaten yang terdampak, seperti Pidie, Pidie Jaya, dan Bireun.
Sementara itu, di Sumatra Utara, Rp220 juta telah disalurkan untuk mendukung pemulihan di Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan. Bantuan logistik seperti tenda kelas darurat, paket perlengkapan belajar, paket kebutuhan dasar keluarga, sembako, dan bingkisan anak juga terus didistribusikan.
Mulai 8 Desember 2025, kami mengarahkan pelaksanaan pembelajaran darurat melalui berbagai pendekatan, termasuk pendirian ruang kelas sementara, penempatan siswa ke sekolah sekitar yang tidak terdampak, pengaktifan jadwal pembelajaran fleksibel, kegiatan dukungan psikososial dengan serta penggunaan modul pembelajaran kedaruratan,”
Abdul Mu’ti.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyoroti langkah Kemendikdasmen dalam memastikan keberlangsungan pendidikan, bukan saja layanan pembelajaran tidak terhenti, namun juga memastikan berbagai sarana prasarana termasuk bahan-bahan pembelajaran tetap tersedia.
Pak Menteri juga mengatakan bahwa sudah berkolaborasi dengan berbagai institusi lain untuk memperkuat upaya yang sedang dilakukan, sehingga pendidikan bukan sekadar ruang untuk akademik, tapi menjadi ruang perlindungan dan pemulihan bagi mereka yang saat ini terdampak,”
Hetifah.
Fraksi Partai PDI Perjuangan, Mercy Chriesty Barends, mengapresiasi Kemendikdasmen atas seluruh kebijakan dan tindakan darurat yang telah diambil untuk memastikan bahwa proses pembelajaran pasca kebencanaan bisa tertangani.
Pada waktunya kita semua bisa bekerja gotong-royong untuk memastikan dari sektor pendidikan kita bekerja keras untuk ikut menanggulangi seluruh seluruh proses pendidikan pasca penanggulangan bencana ini,”
Mercy.