Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ambisi PSI Kuasai Jateng Dipertanyakan: Kader Tak Jelas, Program Kabur, Modal Cuma Nama Jokowi
Politik

Ambisi PSI Kuasai Jateng Dipertanyakan: Kader Tak Jelas, Program Kabur, Modal Cuma Nama Jokowi

Syifa FauziahAmin Suciady
Last updated: Januari 27, 2026 5:25 pm
Syifa Fauziah
Amin Suciady
Share
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza. (Foto: owrite)
SHARE

Pengamat Politik Citra Institute, Efriza, memberi tanggapan terkait rencana Kaesang Pangarep yang ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk Pilkada 2029 mendatang.

Efriza mempertanyakan apakah Kaesang sudah membidik calon legislator untuk pindah ke partai yang ia dirikan.

Karena kemenangan dari partai-partai yang tidak pernah punya riwayat masuk parlemen itu, tidak akan bisa kalau tidak mengambil dari orang-orang kutu loncat,”

ujarnya kepada owrite baru-baru ini.

Efriza pun memberi contoh Partai Nasdem, yang posisinya makin kuat di partai politik karena banyak kutu loncat dari Golkar dan Hanura. Kemudian juga Partai Amanat Nasional (PAN), yang banyak menggandeng artis hingga semakin eksis.

Pertanyaannya, apakah PSI sudah punya rekrutmen yang baik? Kaderisasi yang baik? Apakah ia sudah dianggap layak oleh para politisi untuk loncat pagar? Kalau tidak, jangan bermimpi jadikan kandang banteng diambil alih PSI,”

katanya.

Efriza menambahkan, sampai saat ini ia melihat PSI ini masih belum memiliki bentuk. PSI masih mengkultuskan Jokowi, sementara untuk program belum memiliki bentuk yang jelas. 

Kenyataan di lapangan juga belum dirasakan oleh masyarakat. Dalam bentuk merekrut orang-orang, juga tidak punya. Dan jangan lupakan pula, kuatnya Nasdem karena ada media. Pertanyaannya, PSI ini apa punya Media yang bisa menjelaskan apa itu PSI?,”

jelasnya.

Ia juga mengkritik PSI, yang hingga saat ini untuk urusan pembentukan Dewan Pembina tak kunjung selesai. Sehingga, bagaimana mungkin bisa menguasai Jawa Tengah yang dikenal sebagai salah satu basis suara terbanyak PDIP.

Pilkada memang dipilih oleh masyarakat. Pak Jokowi juga memang punya riwayat, kemudian disusul Gibran. Tapi kan dalam legislatif bukan Jokowi, tapi orangnya, calonnya. Calon ini juga harus dekat dengan masyarakat. Dia buang uang sebanyak-banyaknya, money politic misalnya. Apakah masyarakat bisa menerima? Belum tentu. Karena yang kuat di sana itu masih wajahnya dari partai-partai lama,”

sambungnya

Efriza mencontohkan, organisasi Projo yang sebelumnya menjadi pendukung Jokowi, saat ini sudah sangat rapuh. Tentunya, Kaesang harus memikirkan cara untuk membangun branding PSI di masyarakat.

Selain itu, juga membuat kehadiran PSI dirasakan masyarakat langsung. Kemudian, programnya yang sudah ada dan jelas. Serta, bisa bermain di tingkat masyarakat terkait kebijakan maupun isu yang bersentuhan langsung dengan bawah.

Ini kan tidak. Banjir saja tidak ada Kaesang berbicara. Giring saja tidak ada berbicara. Harusnya mereka itu sudah berbicara soal banjir. Kalau perlu Giring itu di tengah banjir, ya nyanyilah disitulah untuk menghibur masyarakat yang banjir misalnya. Setidak-tidaknya itu PSI ada suaranya. Kalau ini kan, partai suara Indonesia juga tidak. Partai solidaritas terhadap Indonesia juga tidak. Mana solidaritasnya? Tidak ada kebijakan,”

ujar Efriza.
Tag:GibranHeadlineJawa TengahJokowikaesanPDIPPSI
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi penumpang yang akan berangkat menggunakan kereta
Nasional

Data Terbaru, Kereta Jadi Favorit Pemudik Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat jumlah penumpang angkutan umum pada hari H Lebaran, Sabtu 21 Maret 2026, mencapai 873.916 orang. Selain tingginya jumlah penumpang, arus…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi di seluruh Indonesia
Nasional

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, yang dilaksanakan di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Langkah ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung pemerataan akses pendidikan…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Sejumlah kendaraan pemudik melaju perlahan saat penerapan sistem satu arah di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah
Nasional

Antisipasi Kemacetan, Kakorlantas Imbau Pemudik Tak Pulang Bersamaan di Puncak Arus Balik 24 Maret

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryo Nugroho, mengimbau masyarakat agar tidak kembali secara bersamaan pada 24 Maret 2026. Tanggal tersebut diprediksi menjadi puncak arus balik Lebaran yang berpotensi…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri temui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta.
Politik

Megawati Temui Prabowo di Istana Diam-diam Jelang Lebaran, Katanya Bahas Hal Ini…

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka,…

dusep-malik
By
Dusep
4 hari lalu
Gambar ilustrasi
Politik

(Part II) Kelabu Ambang Batas Parlemen 7 Persen: Akal Bulus Elite Kubur Suara Rakyat

Pemerintah dan DPR seharusnya membenahi district magnitude (besaran daerah pemilihan) atau fokus…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
1 minggu lalu
Gambar ilustrasi
Politik

(Part I) Kelabu Ambang Batas Parlemen 7 Persen: Akal Bulus Elite Kubur Suara Rakyat

Wacana kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 7 persen…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
2 minggu lalu
PDIP keluarkan instruksi antisipasi dampak kenaikan harga minyak dunia.
Politik

Waspada Dampak Perang Timur Tengah, PDIP Keluarkan Instruksi Darurat ke Kader Daerah

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengeluarkan surat instruksi kepada para kadernya di…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
2 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up