Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memastikan tokoh yang bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Jumat 1 Februari 2026, di kediaman Kertanegara, bukan tokoh partai politik.
Ndak, ndak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan,”
ujar Prasetyo baru-baru ini.
Prasetyo pun menambahkan beberapa nama yang hadir bertemu dengan Presiden Prabowo, antara lain, peneliti BRIN Siti Zuhro dan eks Bareskrim Susno Duadji.
Ya di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan. Kemudian ada Pak Susno, berdiskusi masalah penegakan hukum. Macam-macam, di situ ada beberapa banyak,”
tambahnya.
Prasetyo mengatakan, Presiden Prabowo menjelaskan tentang program-program yang berorietansi untuk kepentingan masyarakat kepada para tokoh yang hadir.
Bapak Presedin terbuka untuk berdialog. Beliau juga menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini yang dijalankan, semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, orientasi untuk kepentingan bangsa dan negara,”
tandasnya.
Sebelumnya, kabar soal pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para tokoh itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang mengikuti retreat di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 31 Januari 2026.
Ia mengatakan, Presiden Prabowo ingin mendengarkan masukan langsung dari para tokoh tersebut.


