Ada pihak yang menganggap safari politik yang dikabarkan akan dilakukan Jokowi ke berbagai daerah sebagai langkah menjaga basis dukungan politik menjelang kontestasi nasional pemilu 2029.
Unggahan Deddy kemudian mendapat tanggapan dari akun Facebook bernama @JinoLontong. Ia menilai pengaruh Jokowi di masyarakat masih belum bisa dianggap remeh.
Tapi hrs diingat bg dedy ilmu Glembuk alusnya masih kuat terbukti termul dungu msh banyak..mungkin sawap ritual gunung kawi,”
tulis @Jino Lontong.
Komentar tersebut langsung dibalas Deddy dengan nada yang tak kalah tajam.
duitnya banyak dan centengnya masih berkeliaran,”
balas Deddy.
Perdebatan berlanjut ketika akun lain bernama @BudiPadoma, mengingatkan hubungan panjang PDIP dan Jokowi selama bertahun-tahun.
Kan kmu yang didik dia kan? Kamu paling cinta dia dulu😀😀,”
tulis @Budi Padoma.
Namun, Deddy kembali melontarkan sindiran keras yang menggambarkan kekecewaannya terhadap mantan kepala negara tersebut.
Gimana caranya mendidik monster seribu wajah? Cinta? Wong topengnya rakyat biasa tapi ternyata isi kepala maha raja, mau bijimana?🤣🤣,”
balas Deddy.
Spekulasi
Pertukaran komentar itu menjadi sorotan karena muncul di tengah memanasnya spekulasi politik menuju Pemilu 2029.
Isu safari politik Jokowi, kedekatannya dengan PSI, hingga peluang Gibran dalam kontestasi Pilpres mendatang terus memicu perdebatan di ruang publik.
Di satu sisi, Jokowi masih dinilai memiliki pengaruh politik yang kuat di akar rumput. Namun, hubungan yang semakin memburuk dengan PDIP, membuat setiap manuver politiknya selalu dibarengi kritik keras dari partai yang pernah mengusungnya hingga dua periode menjadi Presiden Republik Indonesia.
Pernyataan Deddy pun memperlihatkan bahwa konflik politik antara PDIP dan Jokowi tampaknya belum bakal berakhir dalam waktu dekat, bahkan berpotensi semakin memanas menjelang tahun-tahun politik menuju 2029.