Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa mulai memicu kekhawatiran berbagai kalangan. Selain berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha, persoalan pasokan listrik juga dinilai dapat menjadi ancaman besar bagi keberhasilan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Aktivis senior Muhammad Said Didu mengatakan, pemerintah tidak boleh menganggap persoalan ini sebagai masalah biasa. Menurutnya, krisis kelistrikan yang mulai terlihat saat ini bisa berkembang menjadi persoalan nasional yang jauh lebih besar apabila tidak segera ditangani secara serius.
Bapak Presiden Prabowo yth, pemadaman listrik bergilir yang sudah mulai terjadi di Jawa adalah masalah sangat serius yang harus diatasi karena semua program dan target Bapak sebagai Presiden akan gagal jika masalah ini tidak diatasi,”
tulis Said Didu yang dikutip dari media sosial X pribadinya, Senin, 22 Juni 2026.
Mantan Sesmen BUMN itu mengingatkan, bahwa sejumlah ahli kelistrikan independen sebenarnya telah memberikan peringatan sejak beberapa tahun lalu mengenai potensi gangguan pasokan listrik di sistem Jawa-Bali. Namun, menurutnya masalah tersebut justru muncul lebih cepat dari perkiraan.







