Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Sebelum Jokowi, SBY dan Megawati Sudah Lebih Dulu Siapkan Dinasti Politik

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago mengatakan, tudingan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo tengah memperkuat dinasti politik menuju Pemilu 2029 perlu dilihat secara lebih utuh.

Tiga mantan Presiden bersama anak-anak mereka.
Tiga mantan Presiden bersama anak-anak mereka. (gambar ini dibuat oleh AI/owrite/Rahmat Tunny)

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago mengatakan, tudingan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo tengah memperkuat dinasti politik menuju Pemilu 2029 perlu dilihat secara lebih utuh. 

Menurut Arifki, praktik regenerasi politik keluarga juga pernah dilakukan oleh mantan presiden sebelumnya.

Arifki Chaniago menuturkan, baik Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono maupun Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tetap aktif menjaga arah politik partai dan menyiapkan regenerasi kepemimpinan kepada figur yang berasal dari lingkaran keluarga maupun partainya.

Iklan

Baik Pak SBY maupun Bu Mega juga mantan presiden. Kenapa mereka tidak berhenti berpolitik? Mereka juga menyiapkan regenerasi politik, baik untuk Mbak Puan maupun Mas AHY,”

kata Arifki Chaniago kepada Owrite, Senin, 29 Juni 2026.

Arifki menjelaskan, keinginan seorang mantan presiden untuk menjaga kesinambungan pengaruh politik bukanlah fenomena baru dalam demokrasi Indonesia.

Hampir semua mantan kepala negara memiliki kepentingan agar gagasan, jaringan politik, maupun regenerasi kepemimpinan yang dibangun tetap berlanjut setelah tidak lagi menjabat.

Saya rasa semua mantan presiden berpikir ke arah sana. Orang yang pernah berkuasa tentu menginginkan regenerasi politiknya tetap berlanjut,”

jelasnya.

Meski demikian, lanjut Arifki, posisi politik Jokowi memiliki karakteristik yang berbeda dibanding pendahulunya karena saat ini putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, masih menjabat sebagai wakil presiden.

Karena Pak Jokowi memimpin selama 10 tahun dan ada Mas Gibran sebagai wakil presiden, tentu beliau memiliki kepentingan politik yang lebih besar dibandingkan mantan presiden lainnya menjelang 2029,”

ucapnya.

Arifki berpandangan, berbagai aktivitas politik Jokowi belakangan juga dapat dibaca sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pengaruh politik, baik melalui figur Gibran maupun melalui kendaraan politik yang berpotensi digunakan pada Pemilu 2029.

Ini menjadi bagian dari kepentingan politik. Apakah nanti untuk memperkuat PSI atau mendukung langkah politik Mas Gibran, tentu semuanya masih akan ditentukan oleh perkembangan politik ke depan,”

pungkasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal