Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Islah Bahrawi Sindir Raffi Ahmad: Tak Perlu Sekolah Tinggi, ‘Ngesot Sana-Sini’ Hidup Bisa Tentram

kompetensi akademik dan rekam jejak profesional tidak selalu menjadi faktor utama dalam memperoleh posisi strategis.

Raffi Ahmad
Raffi Ahmad (sumber: Instagram/@raffinagita1717)

 Direktur Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi melontarkan kritik tajam terhadap apa yang ia nilai sebagai praktik meritokrasi yang lemah dalam pengisian jabatan publik. 

Sindiran tersebut disampaikan menyusul sorotan publik atas penunjukan asisten pribadi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yakni Mufli Budi Ananda, sebagai komisaris di Krakatau Posco Steel.

Menurut Islah Bahrawi, polemik tersebut memunculkan kesan bahwa kompetensi akademik dan rekam jejak profesional tidak selalu menjadi faktor utama dalam memperoleh posisi strategis. 

Iklan

Kalau mau nyaman jadilah Raffi Ahmad. Nggak perlu pinter-pinter amat. Cukup ngesot sana-sini, hidupnya tentrem dan aman,”

tulis Islah Bahrawi yang dikutip dari media sosial threads pribadinya, Kamis, 2 Juli 2026.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama itu juga menyindir anggapan bahwa pendidikan tinggi di kampus-kampus ternama dunia menjadi jaminan memperoleh ruang untuk berkarya atau berkontribusi di pemerintahan.

Buat Islah, banyak orang memiliki cita-cita membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan setelah menempuh pendidikan tinggi, namun realitas yang ia lihat tidak selalu sejalan dengan harapan tersebut.

Di negara ini juga nggak perlu sekolah tinggi ke Harvard, Princeton atau Oxford,”

lanjutnya.

Islah kemudian melanjutkan kritiknya dengan menyebut bahwa mengejar pendidikan tinggi dan membangun bisnis belum tentu menjadi jalan yang dianggap paling menentukan dalam memperoleh posisi maupun kenyamanan hidup.

Setelah lulus terus mimpi ngebangun bisnis, making money dengan nyetak jutaan lapangan kerja. Halah, ngapain?! Mau lu jadi Nadiem?”

Tutup Islah dalam tulisannya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal