Direktur Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi melontarkan kritik tajam terhadap apa yang ia nilai sebagai praktik meritokrasi yang lemah dalam pengisian jabatan publik.
Sindiran tersebut disampaikan menyusul sorotan publik atas penunjukan asisten pribadi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yakni Mufli Budi Ananda, sebagai komisaris di Krakatau Posco Steel.
Menurut Islah Bahrawi, polemik tersebut memunculkan kesan bahwa kompetensi akademik dan rekam jejak profesional tidak selalu menjadi faktor utama dalam memperoleh posisi strategis.







