Karena memang PDI Perjuangan itu betul-betul mempertimbangkan terkait dengan kaderisasinya,”
ucap dia.
Penguatan kepemimpinan melalui kader internal menjadi strategi yang terus dipertahankan oleh partai berlambang banteng tersebut.
Memang ada beberapa daerah yang perlu diperkuat juga. Kemudian mereka membangun kepemimpinan di daerah, lalu membangun kepemimpinan tingkat pusat. Itu memang berulang kali kadernya,”
ujar Fernando.
Fernando mencontohkan sikap PDI Perjuangan pada Pilpres 2024 yang tetap memilih mengusung kadernya meski memiliki peluang membangun koalisi yang dinilai lebih menguntungkan secara elektoral.
Misalnya seperti (Pemilu) 2024. (Isu) menduetkan Pak Prabowo dengan Pak Ganjar pada 2024, tetapi PDI Perjuangan menolak. Walaupun risikonya kalah, PDI Perjuangan atau Bu Mega lebih mempertimbangkan kadernya untuk diusung daripada mengusung kader lain,”
jelas dia.
Tak Berarti Setuju
Ia berpendapat komunikasi politik dengan tokoh di luar partai, termasuk Anies Baswedan, tidak otomatis berujung pada dukungan pencalonan apabila bertentangan dengan prinsip kaderisasi yang dipegang PDIP.
Termasuk misalnya Pak Anies sudah berkomunikasi, tetapi memang secara elektabilitas peluangnya Pak Anies lebih besar dibandingkan Pak Pram,”
ujar dia.
Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri selama ini menunjukkan bahwa pertimbangan ideologis tetap menjadi faktor utama dalam menentukan calon yang diusung partai.
Apalagi berdasarkan survei itu kalah jauh dengan Pak Anies, tapi Bu Mega berani memutuskan karena memang lebih mengedepankan kader-kader, apalagi kader yang sudah memang menjiwai, mendalami terkait dengan visi-visi program-program ajaran Bung Karno yang menjadi platform Partai PDI Perjuangan,”
tutur dia.