Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago mengatakan keputusan PKB mengangkat tema Prabowonomics pada Hari mahir (Harlah ke-28) merupakan sinyal politik kuat kepada partai-partai koalisi, bahwa persaingan memperebutkan posisi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada 2029 telah dimulai.
Ini bukan soal deklarasi dukungan, melainkan investasi politik,”
katanya kepada Owrite lewat pesan tertulis, Senin, 27 Juli 2026.
Arifki menilai, penggunaan tema Prabowonomics tidak sekadar menunjukkan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo, melainkan menjadi strategi PKB untuk membangun persepsi bahwa partai tersebut merupakan mitra utama yang ikut menjaga dan mengawal keberhasilan pemerintahan.
PKB ingin menciptakan persepsi bahwa ketika Prabowo sukses, ada PKB yang ikut menjaga, mengawal, bahkan menjual gagasan Prabowonomics kepada publik,”
ungkapnya.
Menurutnya, persepsi tersebut penting bagi PKB untuk meningkatkan posisi tawar Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dalam dinamika politik menuju Pilpres 2029.







