Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 1 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / DPR Tak Serius Benahi UU Pemilu, Politik Uang dan Penegakan Hukum Kerap Jadi Masalah
Politik

DPR Tak Serius Benahi UU Pemilu, Politik Uang dan Penegakan Hukum Kerap Jadi Masalah

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juli 31, 2026 7:00 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
1 hari lalu
Share
Gambar lambang sejumlah partai politik
Gambar lambang sejumlah partai politik. (Gambar: kesbangpol.palangkaraya.go.id)
SHARE

Pakar kepemiluan Hadar Nafis Gumay menilai, Undang-Undang Pemilu yang berlaku saat ini masih menyisakan banyak persoalan mendasar. 

Menurutnya, perubahan regulasi selama ini lebih berorientasi pada kepentingan politik pembentuk undang-undang dibanding memperkuat kualitas demokrasi dan integritas pemilu.

Saya sangat tidak setuju. Justru Undang-Undang Pemilu kita sangat bermasalah,”

kata Hadar kepada Owrite, Jumat, 31 Juli 2026.

Ditambahkannya, berbagai upaya revisi regulasi pemilu selama ini belum menyentuh persoalan fundamental. Perubahan yang dilakukan cenderung bersifat parsial dan hanya difokuskan pada isu-isu yang dianggap penting oleh pembentuk undang-undang, terutama DPR.

Pemerintah Abaikan Putusan MK Soal Larangan Rangkap Jabatan, Waspada Potensi Konflik Kepentingan Pemilu 2029

Dan upaya-upaya untuk memperbaikinya selama ini selalu saja parsial dan hanya pada hal-hal yang dianggap penting oleh pembuat undang-undang, terutama pihak DPR,”

ucapnya.

Dijelaskannya, arah perubahan regulasi lebih banyak ditujukan untuk menjaga kepentingan politik pihak-pihak yang sudah berada dalam sistem. Akibatnya, sambung Hadar, ruang bagi munculnya kekuatan politik baru justru semakin terbatas.

Yaitu dalam rangka memastikan mereka lebih bisa terpilih, mengurangi saingan-saingan politik baru, lebih di situ,”

jelasnya.

Dua Aspek Diabaikan

Hadar mengungkapkan, persoalan mendasar seperti politik uang dan penegakan hukum pemilu justru belum mendapat perhatian yang memadai dalam pembahasan regulasi.

Padahal, dua aspek tersebut dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu.

Namun sayangnya, hal tersebut tidak ada yang merespons dan menjawab, serta tidak punya landasan yang lebih baik untuk memastikan politik uang itu berkurang. Demikian juga tentang penegakan hukum.

Siapa yang melanggar itu bisa diproses dengan cepat dan kemudian dijatuhi sanksi dengan tepat, misalnya. Itu kan tidak disentuh selama ini. Jadi hanya bicara tentang threshold,”

paparnya.
Baca juga:
Ada Kompromi Elite, Kasus Febrie Adriansyah Jadi 'Buah Simalakama' Penegakan… Kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang menjerat eks Jampidsus…
Kejagung Geledah Rumah Febrie yang Pernah Dijaga TNI, Dokumen Dugaan… Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Kramat Pela,…
Alutsista TNI di Monas Bikin Geger, Ternyata Bukan untuk Hadapi… Markas Besar TNI membantah narasi yang beredar di media sosial terkait keberadaan…
  • Ada Kompromi Elite, Kasus Febrie Adriansyah Jadi 'Buah Simalakama' Penegakan Hukum
  • Kejagung Geledah Rumah Febrie yang Pernah Dijaga TNI, Dokumen Dugaan TPPU Disita
  • Alutsista TNI di Monas Bikin Geger, Ternyata Bukan untuk Hadapi Aksi Massa…

Diungkapkannya, pembahasan selama ini lebih banyak berkutat pada ambang batas atau threshold, yang menurutnya hanya mengatur siapa yang dapat mengikuti kontestasi politik.

Sementara itu, berbagai persoalan yang langsung dirasakan masyarakat sebagai pemilih belum menjadi prioritas.

Threshold itu kurang lebih adalah pembatasan kepada siapa-siapa yang bisa ikut serta, atau menyingkirkan siapa-siapa, sehingga yang boleh hanya kelompok ini saja,”

tegasnya.

Hadar menilai, sistem pemilu di Indonesia juga belum cukup sederhana bagi masyarakat. Meski pemilu telah berulang kali dilaksanakan, masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar proses demokrasi menjadi lebih mudah dipahami dan diikuti oleh pemilih.

Belum lagi soal misalnya, pemilu kita itu mudah atau tidak buat masyarakat? Menurut saya, pemilu kita ini sudah berulang kali dilakukan, tetapi bukan pemilu yang mudah,”

pungkasnya.
Tag:Hadar Nafis GumayHeadlinePakar Kepemiluanpartai politikRUU PemiluUU Pemilu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Harga BBM Pertamax Cs Kompak Turun Hari Ini, Berikut Rinciannya
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).
1
Pengamat Sebut Deddy Sitorus Tak Layak Dicap Menghina Wartawan
By Rahmat Tunny
Politisi PDIP, Deddy Sitorus. doc: @Deddysitorus
2
Jangan Hanya Terlalu Fokus Isu Politik, 5 Tarif Baru Ini Senyap Berlaku Mulai 1 Agustus
By Natania Longdong
Warga melihat barang dagangan melalui perangkat elektronik pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Harviyan Perdana Putra/nym)
3
Katy Perry Murka, Lagu Firework Dipakai Gedung Putih untuk Mengiringi Video Serangan AS ke Iran 
By Ani Ratnasari
Penyanyi pop Katy Perry
4
Tak Lewat Demo Biasa, Mahasiswa Trisakti Pilih Mural dan Puisi untuk Suarakan Kritik Demokrasi
By Rahmat Tunny
Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi bertajuk “Seni Melawan, Suara Tak Terpadamkan” di depan Kampus A Trisakti, tepat di bawah Flyover Grogol, Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi DPR
Politik

Kepala Daerah Minta Gaji Naik, Gerindra Beri Lampu Kuning: Buktikan Kinerja Dulu!

Permintaan kenaikan remunerasi kepala daerah dan wakil kepala daerah mendapat respons dari…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Ilustrasi Gedung DPR
Politik

DPR Minta Belanja Modal Kementerian Dipangkas, Anggaran Daerah Harus Ditambah di APBN 2027

Penguatan otonomi daerah dinilai tak cukup hanya melalui regulasi. Wakil Ketua Komisi…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Direktur Eksekutif The Indonesian Institute Center for Public Policy Research Adinda Tenriangke Muchtar (Foto: Owrite)
Politik

Pemerintah Abaikan Putusan MK Soal Larangan Rangkap Jabatan, Waspada Potensi Konflik Kepentingan Pemilu 2029

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute Center for Public Policy Research Adinda Tenriangke…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
1 hari lalu
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan pers usai mengikuti kegiatan Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di Istana Merdeka
Politik

SMRC Catat Kepuasan Prabowo Merosot, Istana: Pemerintah Bukan Bekerja Mencari Survei

Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons temuan survei…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up