Peneliti dan Manajer Program Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menilai, masyarakat semakin kritis membaca kondisi politik Indonesia yang tidak lagi mudah menerima narasi yang menyebut keadaan baik-baik saja apabila tidak sesuai dengan realitas yang mereka rasakan.
Ternyata publik menangkap itu, tahu juga bahwa ada persoalan pada politik kita. Jadi nalar kritis warga itu bekerja dalam hal ini,”
katanya kepada Owrite, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Saidiman, hasil survei menunjukkan masyarakat mampu menilai sendiri dinamika politik yang sedang berlangsung. Karena itu, pemerintah maupun partai politik tidak bisa lagi mengandalkan pidato atau narasi semata untuk membentuk persepsi publik.
Dan menurut saya nggak bisa mereka dibodoh-bodohin dengan pidato-pidato yang seolah-olah semuanya baik. Mereka nalarnya bekerja, mereka juga kritis. Jadi saya kira itu yang ditemukan dalam survei ini,”
ucapnya.
Temuan tersebut, sambung Saidiman, seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi partai-partai politik. Apalagi, besarnya kelompok masyarakat yang bersikap kritis terhadap pemerintah menunjukkan adanya ruang politik yang belum terwakili.






