Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 3 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / RI Bukan Lagi Negara Demokrasi tapi Elektoral Autokrasi, Fungsi Kontrol DPR Mandul
Politik

RI Bukan Lagi Negara Demokrasi tapi Elektoral Autokrasi, Fungsi Kontrol DPR Mandul

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 3, 2026 3:06 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
1 jam lalu
Share
Sejumlah anggota DPR mengikuti Rapat Paripurna Ke-11 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Sejumlah anggota DPR mengikuti Rapat Paripurna Ke-11 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)
SHARE

Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad, menyebut sejumlah lembaga internasional kini tidak lagi mengategorikan Indonesia sebagai negara demokratis. 

Menurutnya, penilaian tersebut muncul karena mekanisme demokrasi dinilai masih berjalan secara formal, tetapi fungsi pengawasan terhadap pemerintah semakin melemah.

Soal politik kita menurut lembaga-lembaga internasional, misalnya Varieties of Democracy, itu tidak lagi menyebut Indonesia ini negara demokratis,”

kata Sadiman kepada Owrite, Senin, 3 Agustus 2026.
SMRC Catat Kepuasan Prabowo Merosot, Istana: Pemerintah Bukan Bekerja Mencari Survei

Dijelaskannya, perubahan penilaian tersebut terlihat dari klasifikasi yang sebelumnya menempatkan Indonesia sebagai electoral democracy, namun kini bergeser menjadi electoral autocracy. 

Sejumlah akademisi, lanjut dia, bahkan menggunakan istilah competitive authoritarianism untuk menggambarkan kondisi politik Indonesia saat ini.

Dulu disebutnya elektoral demokrasi, sekarang disebutnya elektoral autokrasi. Atau ada juga yang menyebutnya ini kompetitif authoritarianism. Itu disebut beberapa ilmuwan dari Australia. Jadi ada pemilunya, ada persaingannya, tapi persaingannya sebetulnya semu,”

jelasnya.

Tak Ada Check and Balances

Dikatakan Saidiman, salah satu penyebab munculnya penilaian tersebut adalah melemahnya mekanisme check and balances di parlemen. 

Ia menilai, dominasi koalisi pendukung pemerintah di DPR membuat fungsi pengawasan terhadap kekuasaan eksekutif tidak berjalan optimal.

Tidak ada check and balances. Karena misalnya di parlemen kan hampir tidak ada partai yang oposisi, jadi  pemerintah itu menguasai sekitar 81 persen kursi DPR,”

ucapnya.

Meski terdapat sekitar 19 persen kursi DPR yang berada di luar koalisi pemerintah, menurutnya kondisi tersebut belum dapat disebut sebagai oposisi yang efektif. 

PDI Perjuangan sendiri berulang kali menyatakan bahwa sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal konsep oposisi.

Baca juga:
Bukan MBG, Rocky Gerung Bongkar Biang Elektabilitas Prabowo Merosot Pengamat politik Rocky Gerung angkat bicara perihal hasil survei Saiful Mujani Research…
Gerindra Tak Panik Kepuasan Publik Prabowo Anjlok: Pemilu 2029 Masih… Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menegaskan, partainya tidak panik menyikapi hasil…
Respons Presiden di Kasus Febrie Terlalu Lunak, Harusnya Bertindak Lebih… Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai, respons Presiden Prabowo…
  • Bukan MBG, Rocky Gerung Bongkar Biang Elektabilitas Prabowo Merosot
  • Gerindra Tak Panik Kepuasan Publik Prabowo Anjlok: Pemilu 2029 Masih Jauh!
  • Respons Presiden di Kasus Febrie Terlalu Lunak, Harusnya Bertindak Lebih Tegas

Hanya ada sekitar 19 persen. Itu pun yang 19 persen ini dikuasai oleh PDIP, yang selalu menyatakan bahwa negara kita tidak menganut sistem oposisi. Jadi pada dasarnya tidak ada oposisi,”

ungkapnya.

Saidiman menambahkan, ketiadaan oposisi yang menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah menjadi persoalan serius dalam sistem demokrasi. 

Untuk itu, keberadaan oposisi merupakan salah satu syarat penting agar pemerintahan tetap berjalan dengan mekanisme pengawasan yang efektif.

Kalau tidak ada oposisi artinya tidak ada yang mengontrol pemerintahan eksekutif. Dan itu sangat bermasalah. Tidak ada negara demokratis tanpa adanya oposisi yang mengontrol pemerintah,”

tutup dia.
Tag:demokrasiDPR RIparlemenPrabowo SubiantoSaidiman AhmadSMRC
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
ICW dan KPK Dulu Pernah Beringas, Kini Gerakan Antikorupsi Dinilai Kehilangan Taring
By Hardani Triyoga
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
1
Heboh Jokowi Dinobatkan Jadi Raja Timor, PSI Luruskan Kabar yang Bikin Geger
By Rahmat Baihaqi
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
2
IFW 2026 Raup Transaksi Rp10 Miliar, 35.000 Pengunjung Ramaikan Industri Fashion
By Syifa Fauziah
BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026
3
Berburu ‘Jejak Dokumen’ di Kramat Pela: Kejagung 3 Jam Geledah Rumah Febrie Adriansyah
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi penggeledahan rumah Febrie Adriansyah.
4
Jalur Gandul-Cirendeu ‘Lumpuh’, PLN Telusuri Penyebab Mati Lampu di Jaksel-Tangsel
By Natania Longdong
Ilustrasi pemadaman listrik.
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
Politik

Bukan MBG, Rocky Gerung Bongkar Biang Elektabilitas Prabowo Merosot

Pengamat politik Rocky Gerung angkat bicara perihal hasil survei Saiful Mujani Research…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
18 menit lalu
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
Politik

Heboh Jokowi Dinobatkan Jadi Raja Timor, PSI Luruskan Kabar yang Bikin Geger

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meluruskan kabar Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
Politik

PSI Sebut Gelar Sahabat Raja-Raja Timor Bikin Jokowi Effect Makin ‘Nendang’ di NTT

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai penyematan Presiden Ke-7 Joko Widodo sebagai 'Sahabat…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Baihaqi
Amin Suciady
3 jam lalu
Kartun Prabowo
Politik

Gerindra Tak Panik Kepuasan Publik Prabowo Anjlok: Pemilu 2029 Masih Jauh!

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menegaskan, partainya tidak panik menyikapi hasil…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up