Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 5 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam
Politik

Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 5, 2026 12:19 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 jam lalu
Share
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT. (Foto: Dok. Bestari Barus).
SHARE

Penjelasan yang berulang dan selalu berubah-ubah terkait polemik gelar yang diterima Joko Widodo alias Jokowi saat safari politik di Nusa Tenggara Timur (NTT), berpotensi menggerus kredibilitas komunikasi politik Presiden ke-7 RI tersebut. 

Hal itu diungkapkan Analis Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik Universitas Mercu Buana (UMB) Dr. Syaifuddin. Menurutnya, inkonsistensi narasi dapat menjadi tantangan dalam upaya konsolidasi politik menuju 2029 akibat tergerusnya kepercayaan publik.

Jika konsolidasi politik menuju 2029 memang sedang dibangun, maka setiap kontroversi yang menimbulkan kesan inkonsistensi akan mengurangi efektivitas mobilisasi dukungan, terutama di kalangan pemilih moderat yang menjadikan kredibilitas sebagai salah satu dasar penilaian pada figur politik itu,”

kata Syaifuddin saat dihubungi Owrite, Rabu, 5 Ağustus 2026.
Heboh Jokowi Dinobatkan Jadi Raja Timor, PSI Luruskan Kabar yang Bikin Geger

Polemik mengenai penyematan gelar kepada Jokowi mencuat setelah kunjungannya ke NTT. Dalam perkembangannya, muncul beberapa penjelasan berbeda mengenai penyebutan gelar tersebut sehingga memicu perdebatan di ruang publik.

Syaifuddin menuturkan, persoalan itu tidak dapat dipandang hanya sebagai kesalahan teknis dalam penyampaian informasi. Buat dia, yang dipertaruhkan adalah kualitas komunikasi politik yang dibangun di hadapan publik.

Dari perspektif komunikasi politik, polemik pengukuhan Jokowi sebagai ‘raja’ di NTT tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan teknis komunikasi semata,”

ucapnya.

Dikatakannya, perubahan narasi setelah sebuah peristiwa menjadi sorotan publik dapat memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi komunikasi yang dibangun oleh tim politik.

Perubahan narasi atau penjelasan yang berubah-ubah pada tim Jokowi setelah sebuah peristiwa menjadi sorotan publik, memperlihatkan adanya kelemahan dalam strategic political communication mereka,”

ungkapnya.

Dijelaskan Syaifuddin, ketika klarifikasi terus berubah, perhatian publik berpotensi bergeser dari substansi peristiwa menuju perdebatan mengenai konsistensi penyampaian informasi. Kondisi tersebut, katanya, dapat memengaruhi penilaian publik terhadap kredibilitas figur politik.

Ketika tim sebagai aktor politik memberikan klarifikasi yang berubah-ubah, maka fokus publik akan bergeser dari substansi peristiwa menuju pertanyaan mengenai konsistensi yang dapat mempengaruhi kredibilitas Jokowi,”

jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam komunikasi politik, kredibilitas merupakan aset yang dibangun dalam waktu lama, tetapi dapat terkikis apabila publik melihat adanya ketidaksesuaian antara fakta yang dipersepsikan dan narasi resmi.

Dalam manajemen reputasi politik, faktor kredibilitas merupakan modal yang dibangun bertahun-tahun tetapi dapat mengalami erosi apabila publik menilai terdapat ketidaksesuaian antara fakta lapangan dan narasi resmi,”

lanjutnya.
Baca juga:
Geng Solo Siapkan Kekuatan Politik, Potensi Berhadapan dengan Prabowo Terbuka Konsolidasi politik Joko Widodo (Jokowi), PSI, dan relawan Gibran Rakabuming Raka di…
PDIP Sindir Jokowi: Habis Jadi Raja, Besok Kaisar, Syahwat Kuasa… Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus melontarkan kritik keras terhadap pemberian…
Aktivitas Politik Jokowi Bisa Picu Persepsi Dua Pusat Kekuasaan di… Aktivitas politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo berpotensi memunculkan persepsi publik lantaran…
  • Geng Solo Siapkan Kekuatan Politik, Potensi Berhadapan dengan Prabowo Terbuka
  • PDIP Sindir Jokowi: Habis Jadi Raja, Besok Kaisar, Syahwat Kuasa Melampaui Nalar
  • Aktivitas Politik Jokowi Bisa Picu Persepsi Dua Pusat Kekuasaan di Era Prabowo

Jika Tim Jokowi selalu melakukan impression management, namun ketika ‘front stage’ dan ‘back stage’ tampak tidak selaras, maka kepercayaan publik dapat menurun,”

tambahnya.

Lebih jauh dia, perkembangan media digital membuat setiap perubahan pernyataan mudah ditelusuri dan dibandingkan. 

Karena itu, ia menilai polemik tersebut lebih tepat dipahami sebagai persoalan reputasi politik yang perlu dikelola secara hati-hati.

Di era media digital saat ini, perubahan penjelasan dengan cepat terdokumentasi dan dibandingkan, sehingga memperbesar efek negatif pada persepsi publik. Karena itu, polemik tersebut lebih tepat dipahami sebagai risiko reputasional daripada sekadar kesalahan komunikasi biasa,”

tutup Syaifuddin.
Tag:Gelar RajaHeadlineInkonsistensiJokowiNTTPembohongPengukuhan RajaSulit DipercayaSyaifuddin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kenapa Makin Banyak Nyamuk di Musim Kemarau? Ini Penjelasan Ilmiahnya 
By Ani Ratnasari
Nyamuk saat musin panas
1
Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam
By Rahmat Tunny
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
2
Viral Isu Tiga Bank Asing Tarik Modal Rp11,5 Triliun Keluar RI, Ekonomi Domestik Masalah?
By Anisa Aulia
Ilustrasi uang rupiah.
3
Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Primbon Jawa, Begini Rumus dan Arti Hasilnya
By Ani Ratnasari
Ilustrasi menghitung weton
4
Elektabilitas Prabowo Merosot, Berbeda dengan SBY dan Jokowi yang Justru Menguat di Awal Kuasa
By Ani Ratnasari
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subiant, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.
Politik

Geng Solo Siapkan Kekuatan Politik, Potensi Berhadapan dengan Prabowo Terbuka

Konsolidasi politik Joko Widodo (Jokowi), PSI, dan relawan Gibran Rakabuming Raka di…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
30 menit lalu
Gedung rapat DPR
Politik

DPR Mau Safari Politik Bahas RUU Pemilu, Partai Gema Bangsa Berharap Dilibatkan

Partai Gema Bangsa mengaku belum menerima undangan dari Komisi II DPR RI…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
Politik

PDIP Sindir Jokowi: Habis Jadi Raja, Besok Kaisar, Syahwat Kuasa Melampaui Nalar

Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus melontarkan kritik keras terhadap pemberian…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
19 jam lalu
Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi)
Politik

Aktivitas Politik Jokowi Bisa Picu Persepsi Dua Pusat Kekuasaan di Era Prabowo

Aktivitas politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo berpotensi memunculkan persepsi publik lantaran…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up