Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq mengusulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu diturunkan menjadi maksimal 2,5 persen.
Tujuannya agar lebih banyak suara sah pemilih dapat terkonversi menjadi anggota parlemen. Bahkan penyusunan RUU Pemilu harus mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK), terutama terkait pengaturan parliamentary threshold.
“Gema Bangsa mengusulkan maksimal parliamentary threshold 2,5 persen. Angka ini bisa dijadikan acuan sebagai batas tertinggi dan menjadi bagian dari margin of error,”
kata Rofiq, Rabu, 5 Agustus 2026.
Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi kualitas demokrasi karena suara rakyat yang telah diberikan dalam pemilu tidak seluruhnya terkonversi menjadi kursi di DPR.






