Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 5 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Waduh! Gelar ‘Raja Timur’ Jokowi Sudah Diseting oleh PSI Sebelum Safari Politik Ke NTT
Politik

Waduh! Gelar ‘Raja Timur’ Jokowi Sudah Diseting oleh PSI Sebelum Safari Politik Ke NTT

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 5, 2026 6:33 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
1 jam lalu
Share
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi bersama PSI safari politik di Lampung. (Foto: IG PSI).
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi bersama PSI safari politik di Lampung. (Foto: IG PSI).
SHARE

Politisi PDI Perjuangan Mohammad Guntur Romli mengatakan narasi pemberian gelar “Raja Timur” kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) telah dibangun jauh sebelum kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Menurut Guntur Romli, rangkaian perubahan penyebutan gelar menunjukkan adanya skenario komunikasi politik yang akhirnya memicu penolakan dari sejumlah tokoh adat dan kerajaan.

Sebelum Jokowi tiba di Kupang, narasi sudah digoreng lebih dulu oleh pendukungnya. Ia bakal dinobatkan sebagai Raja Timur. Informasi itu resmi dari pihak PSI,”

kata Guntur Romli dikutip dari video pendeknya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Dia menyebut informasi mengenai penyematan gelar tersebut pertama kali disampaikan oleh Sekretaris DPW PSI NTT, Junaidin Mahasan. Namun, klaim itu kemudian memicu keberatan dari berbagai pihak sehingga narasi mengenai gelar tersebut berubah.

Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam

Setelah klaim pertama Raja Timur tumbang, gelar untuk Jokowi berubah menjadi sesepuh Raja-Raja Timur. Klaim itu datang dari Christian Widodo, Ketua DPW PSI NTT,”

ucapnya.

Guntur Romli melanjutkan, perubahan penyebutan gelar tidak menghentikan polemik. Lanjut dia, sejumlah tokoh adat dan keturunan raja di NTT tetap mempertanyakan keabsahan gelar tersebut.

Tapi kemudian istilah sesepuh Raja-Raja juga ditolak, termasuk oleh keturunan Raja Sobe Sonbai III, Paulus Sonbai, yang menyebutnya tak sah menurut adat dan menuding ada pihak yang menjual harkat dan martabat orang Timur,”

ungkapnya.

Guntur Romli menambahkan, Raja Amanatun Jonathan Banu Naik yang hadir dalam kegiatan tersebut juga tidak menyebut Jokowi sebagai “sesepuh Raja-Raja Timur”. Menurutnya, penyebutan yang disampaikan hanya sebatas hubungan persaudaraan.

Raja Amanatun, Jonathan Banu Naik, yang hadir juga tidak sekalipun mengucapkan kata sesepuh untuk Jokowi. Yang beliau katakan, para raja hanya memandang Jokowi sebagai saudara,”

jelasnya.

Ia juga mengklaim penolakan terhadap gelar tersebut datang dari berbagai elemen masyarakat di NTT, mulai dari organisasi mahasiswa hingga kalangan akademisi dan keluarga kerajaan.

Tak heran bila PMKRI, Imadar, Cipayung Plus Kota Kupang, akademisi NTT, dan keluarga kerajaan ramai-ramai mempertanyakan legitimasi hingga menolak gelar Raja Timur atau sesepuh Raja-Raja Timur buat Jokowi,”

ucapnya.
Baca juga:
Jejak Jokowi Hingga Anies Bisa Terulang di Pilpres 2029, Kompetisi… Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago mengatakan, kemunculan kepala daerah dengan…
Jokowi Jaga Pengaruh Lewat Kunjungan ke Daerah, Mesin Politik Baru… Analis Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik Universitas Mercu Buana Dr. Syaifuddin mengatakan,…
Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas… Penjelasan yang berulang dan selalu berubah-ubah terkait polemik gelar yang diterima Joko…
  • Jejak Jokowi Hingga Anies Bisa Terulang di Pilpres 2029, Kompetisi Kian Menarik
  • Jokowi Jaga Pengaruh Lewat Kunjungan ke Daerah, Mesin Politik Baru Mulai Terbentuk
  • Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam

Guntur Romli menambahkan, polemik tersebut bukan disebabkan sentimen terhadap pribadi Jokowi, melainkan karena simbol adat dinilai telah dibawa ke ranah politik.

Bukan karena membenci Jokowi, tapi karena simbol adat sudah ditarik jauh melampaui apa yang sesungguhnya. Karena dipolitisasi dan dimanipulasi oleh pendukung Jokowi sendiri,”

bebernya.

Di akhir pernyataannya, Guntur melontarkan sindiran terhadap polemik yang berkembang. Ia menyebut perubahan klaim mengenai gelar tersebut justru memunculkan pertanyaan mengenai kredibilitas narasi yang dibangun.

Kalaupun ada gelar raja yang bisa disematkan, jangan-jangan yang cocok Raja tipu-tipu. Karena gelar Raja Timur itu tipu-tipu, dan gelar sesepuh Raja-Raja Timur juga tipu-tipu,”

tutup Mantan kader PSI.
Tag:Gelar RajaJokowiMohammad Guntur RomliPDIPPSIRaja TimurSesepuh Rajairaja Timur
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Polemik ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Layangkan Somasi dan Ultimatum 3×24 Jam ke Pengurus KWP
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus
1
BPS: Laju Ekonomi RI Kuartal II-2026 Melambat ke 5,29 Persen
By Anisa Aulia
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di kantornya, 5 Agustus 2026.
2
Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam
By Rahmat Tunny
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
3
Kenapa Makin Banyak Nyamuk di Musim Kemarau? Ini Penjelasan Ilmiahnya 
By Ani Ratnasari
Nyamuk saat musin panas
4
Viral Pasien BPJS Soroti Komentar Nakes yang Tak Berempati
By Syifa Fauziah
Petugas melayani warga peserta program BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago
Politik

Pasien yang Keluhkan Tunggu Kamar RS Meninggal, DPR Desak Nakes Diduga Hina Diberi Sanksi

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago mendesak rumah sakit memberikan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Ilustrasi Gedung DPR
Politik

Pasien Meninggal Usai Berjam-jam Tunggu Kamar RS, DPR Bongkar Masalah Besar Layanan Kesehatan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti kasus pasien yang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam bersama Sharifah Rashifah dari Malaysian United Democratic Alliance (MUDA).
Politik

Anak Muda Makin Alergi dengan Politik yang Tak Memberikan Harapan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 jam lalu
Politik

Suara Rakyat Makin Banyak Terbuang, Perindo Dorong Parliamentary Threshold 1 Persen hingga Nol

Partai Perindo mengusulkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) diturunkan menjadi…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up