Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin, mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjelaskan progres realisasi janji pembukaan 19 juta lapangan kerja.
Ditegaskannya, publik berhak mengetahui sejauh mana janji tersebut telah diwujudkan dan langkah konkret apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk mencapai target tersebut.
Harapan publik itu kan bagaimana Wapres atau Gibran bisa merealisasikan apa yang sudah diucapkannya, apa yang sudah dijanjikannya berkait dengan pembukaan 19 juta lapangan kerja itu,”
kata Ujang saat dihubungi, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurutnya, kontribusi Gibran sebagai wakil presiden tidak cukup hanya dilihat dari pernyataan maupun agenda politik, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata.
Tentu dalam konteks soal fungsi dan kontribusi konkret Gibran, ya sebenarnya akan terlihat dengan kerja-kerja nyata yang sudah dijanjikan itu,”
ucapnya.
Karena itu, Ujang meminta pemerintah menunjukkan tahapan pencapaian target tersebut secara terbuka. Publik, kata dia, perlu mengetahui sudah sejauh mana realisasi lapangan kerja yang dijanjikan dan langkah apa yang sedang dilakukan untuk memenuhi target 19 juta tersebut.
Maka dalam konteks penyediaan 19 juta lapangan kerja itu harus terukur, harus terlihat langkah-langkah nyatanya sudah sampai mana, sudah sejauh mana itu bisa direalisasikan,”
jelasnya.
Ujang menilai, masyarakat tidak lagi cukup hanya mendengar kembali janji yang pernah disampaikan saat kampanye.
Rakyat menunggu itu, dan jawaban dari Pak Wapres itu menjadi penting untuk bisa meyakinkan publik bahwa ketika janji dulu itu ya bisa direalisasikan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut,”
tegasnya.
Jaga Kepercayaan Publik
Lebih jauh Ujang, keterbukaan mengenai progres tersebut juga penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap janji politik.
Masyarakat, kata dia, perlu mendapatkan kepastian bahwa janji yang disampaikan kepada pemilih bukan sekadar narasi kampanye, tetapi memiliki rencana dan tahapan realisasi yang jelas.
Harapan itu yang ditunggu-tunggu, itu yang dilantangkan oleh publik, oleh masyarakat, agar memang janji itu bisa dipertanggungjawabkan, agar publik juga percaya dengan janji-janji itu, percaya kepada politisi, percaya katakanlah dengan kemarin apa yang disampaikan di kampanye,”
tutupnya.
Sementara itu, kanji 19 juta lapangan kerja oleh Wapres Gibran adalah program jangka menengah yang dirancang untuk kurun waktu lima tahun masa pemerintahan.
Pemerintah belum merilis angka resmi kumulatif tunggal terkait jumlah spesifik yang sudah terealisasi secara mutlak, namun target ini bertumpu pada penciptaan sekitar 3,8 juta lapangan kerja per tahun.
Pemerintah menyatakan proses penciptaan kerja berjalan bertahap melalui penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan sekolah vokasi. Sementara tantangan di lapangan masih diuji oleh dinamika angkatan kerja baru serta gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa sektor.





















