Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Elektabilitas Jadi Ancaman Prabowo, Akankah KDM Diasingkan dari Partai?
Politik

Elektabilitas Jadi Ancaman Prabowo, Akankah KDM Diasingkan dari Partai?

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 18, 2026 6:21 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
1 jam lalu
Share
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berfoto dengan warga terdampak penutupan operasional tambang saat pemberian bantuan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/11/2025). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyalurkan dana kompensasi sebesar Rp3 juta kepada 9.300 warga di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang di Kabupaten Bogor yang terdampak kebijakan penutupan tambang, kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi langkah awal pemulihan ekonomi setelah penutupan tambang diberlakukan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berfoto dengan warga terdampak penutupan operasional tambang saat pemberian bantuan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/11/2025). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyalurkan dana kompensasi sebesar Rp3 juta kepada 9.300 warga di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang di Kabupaten Bogor yang terdampak kebijakan penutupan tambang, kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi langkah awal pemulihan ekonomi setelah penutupan tambang diberlakukan. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar)
SHARE

Menguatnya elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mulai membuka potensi gesekan baru di internal Partai Gerindra, terutama jika tren tersebut terus berlanjut hingga mendekati Pilpres 2029. 

Daftar isi Konten
  • Pembatasan Ruang Politik 
  • Loncat Partai

Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai, hasil survey terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menempatkan KDM melampaui elektabilitas Prabowo Subianto, dapat menjadi ancaman politik sekaligus membuat Gerindra berpotensi menjauhkan mantan Bupati Purwakarta itu dari lingkar strategis partai. 

Moncernya elektabilitas Dedi tentu dapat menjadi ancaman terhadap Prabowo. Gerindra bisa saja tidak menginginkan bila ada kader Gerindra yang elektabilitasnya lebih tinggi dari Prabowo,”

kata Jamiluddin Ritonga kepada Owrite, Selasa, 18 Agustus 2026.
Elektabilitas Prabowo Merosot, Berbeda dengan SBY dan Jokowi yang Justru Menguat di Awal Kuasa

Survei SMRC yang dirilis pada 29 Juli 2026 mencatat KDM memperoleh elektabilitas 35 persen dalam simulasi semi-terbuka 20 nama, sedangkan Prabowo berada di angka 14,5 persen. 

SMRC juga mencatat tren berlawanan dalam sembilan bulan terakhir: elektabilitas KDM naik dari 19,7 persen menjadi 35 persen, sementara Prabowo turun dari 34,9 persen menjadi 14,5 persen.

Pembatasan Ruang Politik 

Menurut Jamiluddin, selisih elektabilitas tersebut berpotensi mengubah posisi KDM di internal Gerindra. Jika seorang kader memiliki tingkat keterpilihan jauh di atas ketua umum sekaligus presiden petahana, menurutnya bukan tidak mungkin partai mengambil langkah untuk membatasi ruang politik kader tersebut.

Kader seperti itu bisa saja akan diasingkan di internal Gerindra. Dedi bisa saja tidak diberi peran strategis di Gerindra,”

jelasnya.

Menurut Jamiluddin, kondisi tersebut justru dapat membuka persoalan baru. Jika KDM merasa ruang politiknya dipersempit di Gerindra, ia berpotensi mencari jalur politik lain untuk mempertahankan sekaligus memperbesar peluangnya menuju kontestasi nasional.

Kalau hal itu terjadi, bisa saja Dedi akan melakukan perlawanan. Dedi bisa saja berlabuh ke partai lain untuk mewujudkan ambisi politik,”

ucapnya.

Loncat Partai

Jamiluddin menambahkan, kemungkinan KDM berpindah partai bukan sesuatu yang sepenuhnya asing dalam perjalanan politiknya. 

Sebelum bergabung dengan Gerindra, KDM merupakan kader Partai Golkar. Karena itu, perpindahan partai kembali menjadi salah satu kemungkinan apabila terjadi ketegangan politik di internal Gerindra.

Pindah partai bukan hal tabuh lagi Dedi. Sebab, Dedi sebelumnya kader Golkar, dan kemudian pindah haluan ke Gerindra,”

ungkapnya.
Baca juga:
Prabowo Minta Buku Pelajaran Dievaluasi, Komisi X: Jangan Jadi Proyek… Komisi X DPR RI mengingatkan pemerintah agar usulan Presiden RI Prabowo Subianto…
Prabowo Pamer Angkat Kesejahteraan Hakim, tapi Nasib Nakes dan PPPK… Direktur The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research Adinda Tenriangke Muchtar…
Prabowo, Jokowi, dan Gibran Satu Frame: Pengamat Ingatkan Jangan Cepat… Kebersamaan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan mantan Presiden…
  • Prabowo Minta Buku Pelajaran Dievaluasi, Komisi X: Jangan Jadi Proyek Pengadaan
  • Prabowo Pamer Angkat Kesejahteraan Hakim, tapi Nasib Nakes dan PPPK Malah jadi…
  • Prabowo, Jokowi, dan Gibran Satu Frame: Pengamat Ingatkan Jangan Cepat Simpul

Potensi tersebut, kata Jamiluddin, dapat semakin terbuka jika aturan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) nantinya menjadi nol persen. 

Dalam kondisi itu, KDM dinilai memiliki lebih banyak pilihan untuk mencari dukungan politik apabila tidak mendapatkan ruang pencalonan melalui Gerindra.

Karena itu, tidak menutup peluang Dedi akan loncat pagar. Apalagi bila nantinya PT menjadi 0 persen, sehingga Dedi akan lebih mudah mencari perahu lain untuk bisa ikut Pilpres,”  

tutupnya.

Kekuatan elektoral KDM juga terlihat dalam simulasi head to head SMRC. Dalam simulasi dua nama melawan Prabowo, KDM memperoleh 59 persen dukungan, sedangkan Prabowo 28,3 persen. 

Hasil ini memperkuat gambaran bahwa KDM bukan sekadar mengalami kenaikan dalam simulasi banyak nama, tetapi juga memiliki daya saing kuat ketika berhadapan langsung dengan Prabowo. 

Tag:Dedi MulyadiElektabiltas Prabowo AnjlokgerindraPilpres 2029Prabowo Subianto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
2
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
3
BEM UI Gagal Long March ke Bundaran HI, Massa Tertahan di Depan Gedung UOB
By Rahmat Baihaqi
Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI tertahan aparat di depan gedung UOB saat ingin unjuk rasa menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat.
4
Rupiah Melemah ke Rp17.850 per Dolar AS, Ini Proyeksinya Sepanjang Hari Ini 
By Anisa Aulia
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Gedung Museum Bank Indonesia. (Sumber: Unsplash/Aini Rahmadini)
Politik

Surpres Calon Pengganti Gubernur BI Sudah Masuk DPR, Siapa yang Akan Dipilih?

Surat Presiden (Surpres) terkait calon pengganti Gubernur Bank Indonesia (BI), Deputi Gubernur…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
22 menit lalu
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian
Politik

Prabowo Minta Buku Pelajaran Dievaluasi, Komisi X: Jangan Jadi Proyek Pengadaan

Komisi X DPR RI mengingatkan pemerintah agar usulan Presiden RI Prabowo Subianto…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
1 jam lalu
Ketua DPR Puan Maharani (kedua kiri) saat meninjau persiapan tempat sidang tahunan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Politik

Puan Perintahkan Anggota DPR Dapil NTT Terjun ke Lokasi Gempa, Pastikan Penanganan Berjalan Cepat

Penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perhatian DPR RI. Ketua…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
2 jam lalu
Sejumlah anggota DPR mengikuti Rapat Paripurna Ke-11 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Politik

Dua Kursi DPR Kembali Terisi, Nessy Kalviya dan Mesakh Mirin Resmi Dilantik Lewat PAW

Dua kursi anggota DPR RI periode 2024-2029 kembali terisi setelah Nessy Kalviya…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up