Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Guru dan Nakes Sering Jadi Kendaraan Politik, Pengamat: Jangan Cuma Didekati Saat Butuh Suara
Politik

Guru dan Nakes Sering Jadi Kendaraan Politik, Pengamat: Jangan Cuma Didekati Saat Butuh Suara

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 18, 2026 6:31 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
1 jam lalu
Share
Ilustrasi Pemilu
Ilustrasi Pemilu/Doc. Owrite/Acel
SHARE

Direktur The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research, Adinda Tenriangke Muchtar, menyoroti perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru, tenaga kesehatan, dan kelompok pekerja lainnya yang dinilai perlu diuji dari konsistensi kebijakan setelah pemilu. 

Menurutnya, kelompok seperti guru, nakes, petani, dan nelayan dapat menjadi sasaran kepentingan elektoral.

Soal presiden menjadikan guru dan nakes sebagai kendaraan politik, saya rasa politik adalah soal kepentingan,”

kata Adinda Tenriangke saat dihubungi Owrite, Selasa, 18 Agustus 2026.
Prabowo Pamer Angkat Kesejahteraan Hakim, tapi Nasib Nakes dan PPPK Malah jadi Pertanyaan

Ditambahkannya, kepentingan politik dapat bertahan lebih lama dibanding hubungan pertemanan maupun permusuhan. 

Karena itu, kelompok masyarakat tertentu dapat menjadi sasaran pendekatan politik karena memiliki nilai elektoral dalam pemilihan berikutnya.

Kepentingan adalah abadi dibanding musuh maupun teman, sehingga siapapun bisa mengambil tindakan untuk membidik kelompok tertentu sebagai peluang elektoral untuk pemilihan selanjutnya, termasuk petani, nelayan, guru, guru dan lain sebagainya,”

jelasnya.

Momentum Politik

Menurut Adinda, persoalan yang lebih penting bukan sekadar bagaimana kelompok profesi tersebut didekati dalam momentum politik, melainkan apa yang dilakukan pemerintah setelah mendapatkan mandat.

Ia menilai, komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan harus dapat dilihat melalui kebijakan yang nyata.

Pertanyaannya kan sebenarnya, apakah itu konsisten ketika sudah memenangkan pemilihan? Lalu ada komitmen yang serius untuk meningkatkan kesejahteraan,”

ucapnya.

Lebih jauh Adinda, pernyataan mengenai pemahaman terhadap rendahnya penghasilan guru maupun tenaga kesehatan tidak cukup apabila tidak diikuti langkah konkret. 

Baca juga:
Prabowo Pamer Angkat Kesejahteraan Hakim, tapi Nasib Nakes dan PPPK… Direktur The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research Adinda Tenriangke Muchtar…
Kronologi Kasus Guru Lijan Beda Versi: JPPI Minta Opini Publik… Pengamat pendidikan dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ari Hadianto meminta kasus…
Guru Honorer Lijan Sinaga Jadi Terdakwa: JPPI Sorot Garis Batas… Belakangan ini viral di media sosial seorang guru honorer SMP Negeri 1…
  • Prabowo Pamer Angkat Kesejahteraan Hakim, tapi Nasib Nakes dan PPPK Malah jadi…
  • Kronologi Kasus Guru Lijan Beda Versi: JPPI Minta Opini Publik Jangan Jadi…
  • Guru Honorer Lijan Sinaga Jadi Terdakwa: JPPI Sorot Garis Batas Disiplin dan…

Lanjutnya, masyarakat membutuhkan kebijakan yang dapat memperbaiki kondisi kesejahteraan, bukan sekadar pengakuan bahwa pemerintah mengetahui persoalan tersebut.

Jadi bukan hanya mengatakan seperti yang dikatakan presiden selama ini, bahwa kami paham atau saya paham gaji rendah, tapi tidak ada tindakan,”

terangnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Adinda dalam konteks kritik terhadap tidak munculnya pembahasan mengenai kesejahteraan guru, dosen, tenaga kesehatan, dan PPPK dalam pidato Presiden. 

Menurutnya, kelompok yang memiliki peran penting dalam pelayanan publik seharusnya mendapatkan perhatian yang konsisten, bukan hanya ketika memiliki nilai strategis dalam kontestasi politik.

Tag:Adinda Tenriangke MuchtargurupemiluTenaga KesehatanThe Indonesian Institute
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
2
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
3
Guru Honorer Lijan Sinaga Jadi Terdakwa: JPPI Sorot Garis Batas Disiplin dan Martabat Siswa
By Syifa Fauziah
Ilustrasi guru jadi terdakwa.
4
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Gedung Museum Bank Indonesia. (Sumber: Unsplash/Aini Rahmadini)
Politik

Surpres Calon Pengganti Gubernur BI Sudah Masuk DPR, Siapa yang Akan Dipilih?

Surat Presiden (Surpres) terkait calon pengganti Gubernur Bank Indonesia (BI), Deputi Gubernur…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
2 jam lalu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berjalan menuju ruangan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Politik

Jika Disingkirkan dari Gerindra, KDM-Anies Berpeluang Tantang Prabowo di Pilpres 2029

Peluang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM berpindah partai dan membangun…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berfoto dengan warga terdampak penutupan operasional tambang saat pemberian bantuan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/11/2025). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyalurkan dana kompensasi sebesar Rp3 juta kepada 9.300 warga di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang di Kabupaten Bogor yang terdampak kebijakan penutupan tambang, kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi langkah awal pemulihan ekonomi setelah penutupan tambang diberlakukan.
Politik

Elektabilitas Jadi Ancaman Prabowo, Akankah KDM Diasingkan dari Partai?

Menguatnya elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mulai membuka potensi gesekan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian
Politik

Prabowo Minta Buku Pelajaran Dievaluasi, Komisi X: Jangan Jadi Proyek Pengadaan

Komisi X DPR RI mengingatkan pemerintah agar usulan Presiden RI Prabowo Subianto…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up