Pernyataan Plt Deputi IV Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Ulta Levenia Nababan, yang mengaitkan erupsi Gunung Anak Krakatau dengan proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) menuai kritik keras.
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus, menilai narasi yang menghubungkan letusan gunung berapi dengan campur tangan asing tanpa dasar ilmiah justru menyesatkan masyarakat.
Segala narasi tentang teori letusan gunung berapi karena asing ini benar-benar menjijikkan,”
kata Deddy Sitorus yang dikutip dari laman facebooknya, Rabu, 9 September 2026.
Pernyataan tersebut muncul setelah Ulta mempertanyakan apakah erupsi Anak Krakatau dan sejumlah gunung api lain yang terjadi dalam periode berdekatan semata-mata merupakan fenomena alam.







