Anggota Komisi XI DPR RI, Wihadi Wijanto menyambut positif pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Di balik pergantian tersebut, Wihadi menitipkan ekspektasi besar agar Suahasil mampu menjaga stabilitas sistem keuangan, memperkuat kepercayaan pasar, sekaligus membenahi penerimaan negara.
Pertama-tama saya mengucapkan selamat kepada Pak Suahasil, Wakil Menteri Keuangan yang menggantikan Pak Purbaya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Purbaya yang sudah menjadi Menteri Keuangan selama ini,”
kata Wihadi kepada wartawan, Senin, 14 September 2026.
Menurut Wihadi, Suahasil bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan, Suahasil memiliki pengalaman di Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Latar belakang tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memahami persoalan sektor keuangan dan perekonomian nasional.
Kita percaya bahwa Pak Suahasil seorang ekonom yang mampu mengatasi situasi yang saat ini,”
ucapnya.
Wihadi berharap pengalaman tersebut dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang mampu menciptakan iklim sistem keuangan yang lebih baik. Menurutnya, kepercayaan pelaku pasar perlu dijaga agar sentimen terhadap perekonomian nasional tetap positif.
Dia menilai kondisi perekonomian saat ini membutuhkan sosok Menteri Keuangan yang memahami sistem keuangan sekaligus mampu membaca dinamika pasar.
Karena itu, kemampuan Suahasil dalam mengelola kebijakan fiskal akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan tugas barunya.
Selain menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar, Wihadi juga menyoroti pekerjaan rumah di internal Kementerian Keuangan, khususnya sektor bea dan cukai serta perpajakan. Pasalnya, kedua sektor tersebut memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan penerimaan negara.
Saya kira masalah bea cukai dan pajak adalah kunci daripada APBN kita karena itu adalah penerimaan,”
jelasnya.
Karena itu, Wihadi berharap Suahasil tidak hanya menjaga kesinambungan pengelolaan keuangan negara, tetapi juga memperkuat sistem penerimaan agar APBN memiliki fondasi yang semakin kokoh.
Bagaimana melakukan penanganan terhadap sistem penerimaan kita yang memang harus kita kunci dari APBN, itu yang kita harapkan Pak Suahasil mampu,”
pungkas Wihadi.






