Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

PT 5 Persen Bikin Partai Kecil ‘Kerja Keras’, Mesin Politik Dipanaskan Lebih Awal

Partai politik tidak lagi memiliki banyak ruang untuk bersantai jika ambang batas parlemen benar-benar ditetapkan pada angka tersebut.

Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).
Ilustrasi warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).

Wacana kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 5 persen membuat partai politik, khususnya partai kecil dan menengah, harus bergerak lebih awal menghadapi Pemilu 2029. 

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai kenaikan ambang batas tersebut akan meningkatkan tekanan bagi partai untuk memperkuat basis politiknya sejak jauh hari.

PT 5 persen membuat partai kecil harus kejar suara, sementara partai menengah mulai pasang kuda-kuda,”

kata Arifki kepada Owrite, Kamis, 17 September 2026.

Menurut dia, partai politik tidak lagi memiliki banyak ruang untuk bersantai jika ambang batas parlemen benar-benar ditetapkan pada angka tersebut. 

Iklan

Persiapan menuju Pemilu 2029 diperkirakan akan dimulai lebih dini karena partai harus memastikan dukungan elektoral mereka cukup untuk melewati ambang batas.

Tidak ada lagi yang bisa bermain santai menuju 2029. Mereka harus bergerak lebih awal,”

ucapnya.

Arifki mengatakan, kenaikan satu persen mungkin terlihat kecil secara angka. Namun dalam kompetisi elektoral, selisih tersebut dapat menentukan nasib partai untuk tetap mendapatkan kursi di DPR atau justru gagal masuk parlemen.

Selisih satu persen memang terlihat kecil, tetapi dalam politik bisa menentukan apakah sebuah partai bertahan di parlemen atau tersingkir,”

terangnya.

Karena itu, partai politik diperkirakan akan semakin serius membangun kekuatan internal. Penguatan struktur partai, basis pemilih, hingga figur politik akan menjadi bagian dari persiapan menghadapi persaingan menuju 2029.

Karena itu, partai akan semakin serius memperkuat struktur, basis suara, dan figur politiknya,”

jelasnya.

Lanjut dia, persaingan tersebut bahkan berpotensi dimulai sebelum tahapan utama Pemilu 2029 memasuki fase yang lebih intens. Mesin politik partai akan dipanaskan lebih awal untuk mengamankan basis suara.

Belum masuk pertandingan utama, mesin politik sudah mulai dipanaskan,”

jelasnya.

Arifki menambahkan, kondisi itu dapat membuat perebutan figur, basis pemilih, dan ruang komunikasi publik berlangsung lebih cepat. Partai akan berupaya mengamankan sumber daya politiknya sebelum kompetisi elektoral memasuki fase puncak.

Perebutan figur, basis pemilih, dan ruang komunikasi publik bisa berlangsung lebih awal,”

pungkasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal