Persiapan menuju Pemilu 2029 diperkirakan akan dimulai lebih dini karena partai harus memastikan dukungan elektoral mereka cukup untuk melewati ambang batas.
Tidak ada lagi yang bisa bermain santai menuju 2029. Mereka harus bergerak lebih awal,”
ucapnya.
Arifki mengatakan, kenaikan satu persen mungkin terlihat kecil secara angka. Namun dalam kompetisi elektoral, selisih tersebut dapat menentukan nasib partai untuk tetap mendapatkan kursi di DPR atau justru gagal masuk parlemen.
Selisih satu persen memang terlihat kecil, tetapi dalam politik bisa menentukan apakah sebuah partai bertahan di parlemen atau tersingkir,”
terangnya.
Karena itu, partai politik diperkirakan akan semakin serius membangun kekuatan internal. Penguatan struktur partai, basis pemilih, hingga figur politik akan menjadi bagian dari persiapan menghadapi persaingan menuju 2029.
Karena itu, partai akan semakin serius memperkuat struktur, basis suara, dan figur politiknya,”
jelasnya.
Lanjut dia, persaingan tersebut bahkan berpotensi dimulai sebelum tahapan utama Pemilu 2029 memasuki fase yang lebih intens. Mesin politik partai akan dipanaskan lebih awal untuk mengamankan basis suara.
Belum masuk pertandingan utama, mesin politik sudah mulai dipanaskan,”
jelasnya.
Arifki menambahkan, kondisi itu dapat membuat perebutan figur, basis pemilih, dan ruang komunikasi publik berlangsung lebih cepat. Partai akan berupaya mengamankan sumber daya politiknya sebelum kompetisi elektoral memasuki fase puncak.
Perebutan figur, basis pemilih, dan ruang komunikasi publik bisa berlangsung lebih awal,”
pungkasnya.