Politisi Senior, Anas Urbaningrum meminta pembahasan paket UU yang akan menjadi dasar Pemilu 2029 tidak hanya menjadi ruang perundingan antarpartai dan lembaga pembentuk undang-undang.
Anas menilai, partisipasi publik perlu dibuka secara serius agar aturan pemilu yang disahkan memiliki kualitas sekaligus mendapatkan penerimaan luas dari masyarakat menjelang Pemilu 2029.
Perundingan politik antar partai untuk membahas substansi-substansi penting UU itu hal yang lazim. Pasti terjadi. Tetapi, membuka ruang dan mengajak publik terlibat, jelas akan membuat UU tersebut lebih baik dan diterima secara luas,”
tulisnya yang dikutip dari X pribadinya, Jumat, 18 September 2026.
Menurut Anas, perundingan politik antarpartai merupakan bagian yang lazim dalam proses pembentukan aturan pemilu. Namun, proses tersebut tidak seharusnya menutup ruang masyarakat untuk memberikan masukan terhadap substansi aturan yang akan digunakan dalam Pemilu 2029.







