Wacana reshuffle kabinet yang kembali dibuka Presiden Prabowo Subianto turut menyorot posisi Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di tengah proses hukum dugaan suap di lingkungan kementeriannya.
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Analysis Center (IPAC), Dahlan Watihellu, menilai kasus tersebut menjadi ujian bagi konsistensi standar evaluasi Presiden, karena Nusron tidak boleh langsung dihukum hanya akibat orang-orang di sekitarnya tersangka, tetapi juga tidak harus menunggu dirinya menjadi tersangka untuk dievaluasi.
Ini justru menjadi ujian paling sensitif bagi konsistensi kebijakan reshuffle Prabowo,”
kata Dahlan saat dihubungi Owrite, Jumat, 18 September 2026.
Dahlan tidak sepakat apabila Presiden langsung mengganti Nusron hanya karena empat orang yang disebut sebagai orang kepercayaannya telah menjadi tersangka. Keputusan semacam itu dapat mendahului proses hukum.







