Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan reshuffle kabinet menjelang dua tahun pemerintahannya setelah berdialog dengan sejumlah jurnalis senior pada Rabu, 16 September 2026 kemarin.
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Analysis Center (IPAC), Dahlan Watihellu, menilai langkah itu menjadi sinyal bahwa evaluasi kabinet tidak cukup dilakukan secara parsial.
Saya melihatnya sebagai sinyal bahwa Prabowo mulai menyadari bahwa evaluasi kabinet tidak cukup dilakukan secara parsial,”
kata Dahlan saat dihubungi Owrite, Jumat, 18 September 2026.
Menurut Dahlan, persoalan pemerintahan tidak otomatis selesai hanya dengan mengganti satu menteri. Jika masalah yang dihadapi pemerintah menyangkut pelaksanaan program hingga koordinasi antarkementerian, evaluasi harus melihat keseluruhan mesin pemerintahan.







