Wacana reshuffle kabinet yang kembali dibuka Presiden Prabowo Subianto menjelang dua tahun pemerintahan dinilai menjadi ujian bagi keberanian Presiden menempatkan kinerja menteri di atas kepentingan partai.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Analysis Center (IPAC), Dahlan Watihellu, menilai Prabowo tetap membutuhkan partai untuk menjaga stabilitas politik, tetapi para menteri harus menjalankan mandat pemerintahan, bukan menjadi instrumen kepentingan partai.
Ya. Ini justru salah satu ujian terbesar Prabowo memasuki tahun kedua pemerintahannya. Prabowo membutuhkan partai-partai untuk menjaga stabilitas politik. Itu realitas politik yang tidak bisa diabaikan,”
kata Dahlan saat dihubungi Owrite, Jumat, 18 September 2026.
Namun Dahlan menegaskan, posisi seorang menteri berubah setelah masuk ke dalam pemerintahan. Ia tidak lagi sekadar menjalankan identitas politik partainya, melainkan memegang mandat negara.







