Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan membuka ruang bagi kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 5 persen. Pihaknya akan mengikuti keputusan tersebut jika seluruh partai koalisi mencapai kesepakatan bersama.

PAN tidak ingin mengambil keputusan sendiri dalam pembahasan ambang batas parlemen. Sebab keputusan mengenai ambang batas parlemen harus ditempuh melalui musyawarah dan mufakat antarpihak yang berada dalam koalisi pemerintahan.

“Kami yang penting musyawarah mufakat,”

ujar Zulhas usai menghadiri acara HUT ke-28 PAN di Jakarta, dikutip pada Sabtu, 19 September 2026.

Ia mengatakan PAN memiliki prinsip kekeluargaan dan gotong royong dalam mengambil keputusan bersama partai koalisi, termasuk ketika membahas perubahan ambang batas parlemen dalam RUU Pemilu.

“Kami apa saja kalau disepakati, kami ikut. Termasuk soal PT, kami ikut,”

kata dia.

Bulat

Ketika ditanya secara spesifik apakah PAN tetap menerima jika angka parliamentary threshold ditetapkan menjadi 5 persen, Zulhas menegaskan syaratnya adalah kesepakatan bulat.

“Asalkan kesepakatan bulat, kami oke. Kami setuju,”

tegas dia.

Wacana kenaikan PT menjadi 5 persen mencuat dalam pembahasan revisi UU Pemilu. Sejumlah partai koalisi pemerintah telah menyampaikan gagasan tersebut dengan alasan penyederhanaan sistem kepartaian dan efektivitas pengambilan keputusan di parlemen.

Di sisi lain, kenaikan ambang batas parlemen menjadi isu yang menyentuh langsung soal keterwakilan suara pemilih. Semakin tinggi batas yang ditetapkan, semakin besar pula syarat perolehan suara yang harus dipenuhi partai untuk mendapatkan kursi DPR.

Bagi PAN, Zulhas menegaskan bahwa persoalan tersebut akan dikembalikan pada mekanisme kesepakatan bersama. Artinya, posisi partai dalam isu PT masih mengikuti arah pembicaraan koalisi.

PAN merupakan bagian dari koalisi pemerintahan Prabowo Subianto. Zulhas menekankan pentingnya menjaga keputusan bersama agar sikap partai dalam pembahasan RUU Pemilu tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Ya, kami (adalah) koalisi, ya, dengan Gerindra dan lain-lain,”

kata Zulhas.