Wakil Ketua Baleg DPR RI Sturman Panjaitan mengatakan Rancangan Undang-Undang Satu Data Indonesia (RUU SDI) memasukkan pembentukan Badan Satu Data Indonesia (BSDI) sebagai kelembagaan baru yang berfungsi mengoordinasikan tata kelola data nasional.
Badan tersebut dirancang menjadi orkestrator tanpa mengambil alih kepemilikan maupun pengelolaan data dari instansi produsen.
Yang kelima, kelembagaan yang kuat melalui badan Satu Data Indonesia, atau kita sebut dengan BSDI, yang bersifat koordinatif, normatif, fasilitatif, yang berperan sebagai orkestrator bagi pembina data, produsen data, walidata, dan pengguna data,”
kata Sturman dalam rapat Baleg DPR, Rabu, 23 September 2026.
Pembentukan BSDI menjadi salah satu pokok pengaturan dalam RUU Satu Data Indonesia yang terdiri dari 17 bab dan 138 pasal.







