Pengamat politik Fernando Emas, menilai status Tito Karnavian sebagai mantan Kapolri menjadi salah satu faktor yang menurutnya membuat Menteri Dalam Negeri tersebut masih dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto untuk dipertahankan di Kabinet Merah Putih.

Fernando juga melihat komposisi sejumlah pejabat berlatar belakang Polri sebagai bagian dari dinamika pemerintahan Prabowo.

Memang Tito bukan orang partai politik, namun sebagai mantan kapolri membuat dirinya dipertimbangkan oleh Prabowo untuk dipertahankan di kabinet merah putih,”

katanya, saat dihubungi Owrite, Jumat, 2 Oktober 2026.

Fernando kemudian menilai perhatian Prabowo terhadap kalangan kepolisian, terlihat dari masuknya sejumlah mantan petinggi Polri ke dalam pemerintahan. Ia membaca langkah tersebut sebagai upaya Prabowo membangun kedekatan dengan anggota Polri.

Apalagi saat ini sepertinya Prabowo sedang mengambil hati dari anggota Polri dengan diangkatnya tiga mantan petinggi polri pada KMP,”

jelasnya.

Dalam reshuffle pada Kamis, 1 Oktober 2026, Prabowo melakukan sejumlah perubahan pada posisi strategis pemerintahan.

Listyo dan “Kursi Baru”

Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menjabat Kapolri dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan, sementara Komjen Pol Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri.

Penilaian Fernando menempatkan posisi Tito dalam konteks hubungan pemerintahan Prabowo dengan institusi kepolisian.

Dengan demikian, dinamika reshuffle juga menjadi sorotan terkait komposisi pejabat berlatar belakang kepolisian dalam pemerintahan Prabowo.