Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyebut Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, berpotensi masuk daftar reshuffle jilid II Kabinet Merah Putih yang diperkirakan terjadi pada Oktober 2026.
Menurut Fernando, kedekatan personal Sjafrie dengan Presiden Prabowo Subianto tidak otomatis membuatnya luput dari evaluasi apabila pemerintah menilai kinerja kabinet perlu dioptimalkan.
Sepertinya salah satu yang akan terkena reshuffle adalah Sjafrie Sjamsuddin dari posisi menteri Pertahanan,”
kata Fernando Emas kepada Owrite, Jumat, 2 Oktober 2026.
Dijelaskannya, evaluasi terhadap Sjafrie dapat dilakukan jika Prabowo menilai terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, termasuk terhadap menteri yang dinilainya tidak fokus pada tugas utama.
Walaupun Sjafrie merupakan teman dekat Prabowo pada saat masih di TNI, namun tidak akan luput dari reshuffle untuk kepentingan optimalisasi kinerja pemerintahan Prabowo dan menteri yang tidak fokus pada tugas utamanya,”
jelasnya.
Fernando kemudian membandingkan kemungkinan tersebut dengan keputusan Prabowo mencopot Dadan Hindayana dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Dikatakan Fernando, contoh tersebut menunjukkan kedekatan personal tidak semestinya menjadi satu-satunya pertimbangan dalam mempertahankan seorang pejabat.
Seperti pada saat mencopot Dadan Hindayana dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) walaupun memiliki kedekatan dengan Prabowo karena untuk kepentingan optimalisasi kinerja dan pemerintahan yang bersih,”
bebernya.
Jika reshuffle benar-benar dilakukan, Fernando menilai Prabowo perlu mempertimbangkan sosok yang dapat berkonsentrasi pada urusan pertahanan.
Ia juga menyinggung pentingnya memastikan tidak ada kepentingan politik pribadi yang memengaruhi pelaksanaan tugas Menteri Pertahanan.
Prabowo akan mengangkat sosok yang lebih tepat pada posisi Menteri Pertahanan agar fokus mengurusi pertahanan serta tidak ada agenda politik pribadi untuk 2029,”
ungkapnya.
Tak Lagi Sejalan
Fernando selanjutnya mengaitkan kemungkinan pergantian Sjafrie dengan pandangannya bahwa hubungan politik antara Sjafrie dan Prabowo dinilai tidak lagi sejalan.
Kalau Sjafrie terkena reshuffle tentu karena Prabowo melihat bahwa Sjafrie sudah tidak sejalan lagi dan dianggap melakukan manuver yang membuat pemerintahan Prabowo mendapatkan sorotan dari publik serta memberikan dampak tidak baik,”
terangnya.
Fernando berharap apabila reshuffle jilid II dilakukan, langkah tersebut benar-benar diarahkan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.
Semoga saja reshuffle Oktober jilid 2 yang dilakukan oleh Presiden Prabowo akan memperbaiki kinerja para anggota Kabinet Merah Putih,”
harapnya.






