Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menyebut Presiden Prabowo Subianto menjadi sosok kunci dalam menentukan arah politik nasional, termasuk kalkulasi kepentingan politik menuju 2029.

Menurut Anas, posisi Prabowo membuat arah permainan politik sangat bergantung pada bagaimana Presiden membaca situasi menuju 2029.

Prabowo adalah Koentji,”

tulis Anas dikutip dari akun X pribadinya, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurutnya, Prabowo saat ini memiliki kendali politik dari dua posisi sekaligus, yakni sebagai Ketua Umum Partai Gerindra yang memimpin partai-partai koalisi, dan sebagai Presiden yang menjalankan pemerintahan.

Secara politik, pemegang kendali bolanya adalah Pak Prabowo, baik sebagai Ketua Umum Gerindra yang menjadi komandan partai-partai koalisi maupun sebagai Presiden, Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan,”

ucapnya.

Dijelaskan Anas, posisi tersebut membuat keputusan dan pembacaan politik Prabowo menjadi faktor penting dalam menentukan perkembangan situasi politik nasional.

Defacto dan dejure sangat tergantung kepada Pak Prabowo,”

jelas Anas.

Anas melanjutkan, perhatian juga perlu diarahkan pada bagaimana Prabowo mendefinisikan situasi politik saat ini dan menghubungkannya dengan kepentingan politik menuju 2029.

Bagaimana Pak Prabowo mendefinisikan keadaan politik sekarang dan kaitannya dengan simulasi kepentingan politik menuju 2029,”

ungkapnya.

Meski kalkulasi politik menuju 2029 mulai menjadi perhatian, Anas mengingatkan agar pemerintah tidak kehilangan fokus terhadap pekerjaan pemerintahan yang sedang berjalan. Menurutnya, kepentingan masyarakat tetap harus menjadi prioritas.

Yang paling penting bagi rakyat adalah agar pemerintah tidak kehilangan fokus dan konsentrasi untuk efektif dan produktif dalam mengerjakan agenda-agenda yang sudah ditetapkan,”

tutup Anas.