Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai kegelisahan masyarakat terhadap situasi politik dan harapan perbaikan ekonomi yang belum terpenuhi dapat memengaruhi konfigurasi politik menuju Pilpres 2029.
Ia juga menyoroti kebijakan efisiensi anggaran dan polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menurutnya dapat memengaruhi arah dukungan politik mendatang.
Jokowi tentu sudah melihat kegelisahan rakyat karena situasi yang tidak menentu serta harapan perbaikan ekonomi yang tidak kunjung tiba membuat adanya gerakan masyarakat sipil menuntut suatu perubahan kepemimpinan,”
kata Fernando Emas kepada Owrite, Senin, 12 Oktober 2026.
Fernando juga menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang menurutnya tidak sejalan dengan kondisi pemborosan.






