Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo ‘Kempes’ Jadi 9,8 Persen, Dedi Mulyadi Melesat ke Puncak

Hasil ini menggambarkan dukungan responden dalam simulasi pilihan calon presiden selama periode survei, bukan hasil pemilihan presiden.

Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersiap melantik wakil menteri serta kepala dan wakil kepala badan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersiap melantik wakil menteri serta kepala dan wakil kepala badan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.)

Elektabilitas Presiden Prabowo Subianto anjlok drastis dari 34,9 persen pada November 2025 menjadi 9,8 persen pada Oktober 2026.

Sebaliknya, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meningkat dari 19,7 persen menjadi 35,5 persen dalam periode yang sama. 

Perubahan tersebut tercatat dalam survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 melalui simulasi semi-terbuka dengan 24 nama calon presiden.

Iklan

Dalam dokumen metodologi, SMRC menjelaskan bahwa survei tersebut mencakup warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih.

“Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan,”

mengutip data survei SMRC, Minggu, 18 Oktober 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) menerima wayang dari seorang anak saat peluncuran Hari Desa Nasional 2027 di Lapangan Panglejar, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) menerima wayang dari seorang anak saat peluncuran Hari Desa Nasional 2027 di Lapangan Panglejar, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz

Peringkat

Dalam simulasi semi-terbuka dengan 24 nama, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dengan elektabilitas 35,5 persen. 

Anies Baswedan berada di urutan kedua dengan 10,3 persen, disusul Prabowo Subianto sebesar 9,8 persen dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebesar 8,4 persen.

Perbandingan hasil survei November 2025 dan Oktober 2026 memperlihatkan perubahan dukungan yang berlawanan antara Prabowo dan Dedi. 

Elektabilitas Prabowo turun 25,1 poin persentase, sedangkan elektabilitas Dedi meningkat 15,8 poin persentase.

Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa dan Ganjar Pranowo masing-masing memperoleh elektabilitas 5 persen. 

Nama-nama lain mendapatkan dukungan lebih rendah, sedangkan 13,9 persen responden belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban.

PosisiNama TokohElektabilitas (Okt 2026)Perubahan dibanding Nov 2025
1Dedi Mulyadi35,5%Naik 15,8%
2Anies Baswedan10,3%—
3Prabowo Subianto9,8%Turun 25,1%
4Gibran Rakabuming Raka8,4%—
5Purbaya Yudhi Sadewa5,0%—
6Ganjar Pranowo5,0%—
–Nama-nama Lain< 5,0%—
–Belum Menentukan/Tidak Tahu13,9%—

Bukan Jaminan Suara

SMRC menggunakan dua kelompok responden dalam survei ini, yakni pemilih yang memiliki telepon seluler dan pemilih yang tidak memilikinya. 

Untuk kelompok pemilik telepon seluler, sebanyak 1.013 responden dipilih secara acak menggunakan metode double sampling dan diwawancarai melalui telepon.

Adapun untuk kelompok pemilih tanpa telepon seluler, sebanyak 200 responden dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling. Wawancara terhadap kelompok ini dilakukan secara tatap muka.

“Total sampel yang diwawancara sebanyak 1213 responden. Margin of error survei diperkirakan +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling,”

jelas SMRC.

Hasil ini menggambarkan dukungan responden dalam simulasi pilihan calon presiden selama periode survei, bukan hasil pemilihan presiden. Angka elektabilitas tersebut belum menjamin arah pemilih pada pemilu mendatang.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.