Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Pengamat Pertanyakan Urgensi ‘Lapak’ Purnawirawan dan Obral Pangkat

Pengamat menyoroti arah kebijakan pertahanan dan keamanan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran menjelang dua tahun kepemimpinan.

Prajurit TNI membawa panji-panji satuan baru TNI saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Prajurit TNI membawa panji-panji satuan baru TNI saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz)

Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada 20 Oktober 2026, pengamat politik Fernando Emas mengkritik kebijakan ranah militer dan kepolisian.

Direktur Rumah Politik Indonesia itu berujar perlu evaluasi dalam pemberian gelar dan pangkat kehormatan kepada personel TNI dan Polri, pembentukan satuan militer baru, serta keterlibatan purnawirawan aparat dalam pemerintahan dan badan usaha milik negara (BUMN).

“Awal pemerintahan Prabowo juga disibukkan dengan pemberian gelar, serta pangkat kehormatan terhadap TNI dan Polri yang tidak ada jasa terhadap negara. Ada sesuatu yang luar biasa sehingga patut mendapatkan itu?”

kata Fernando kepada Owrite.id, Senin, 19 Oktober 2026.

Fernando menilai pemberian penghargaan dan pangkat kehormatan perlu mempertimbangkan kontribusi si penerima terhadap negara. Kebijakan tersebut patut dievaluasi agar pemberian penghargaan memiliki dasar dan pertimbangan yang jelas.

Iklan

Anyar

Selain itu, ia juga mengkritik pembentukan batalyon dan Komando Daerah Militer baru. Ia mempertanyakan apakah penambahan struktur militer tersebut sudah sesuai dengan prioritas kebutuhan pertahanan negara.

“Begitu juga pembentukan batalyon dan Kodam baru bukan sesuatu yang prioritas, namun dilakukan oleh Prabowo Subianto dalam dua tahun kepemimpinannya,”

ucap Fernando.

Fernando juga menyoroti keterlibatan purnawirawan TNI dan Polri dalam jajaran pemerintahan maupun BUMN. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai batas peran aparat dalam ranah sipil, dan kemungkinan praktik dwifungsi ABRI kembali berlaku.

“Begitu juga melibatkan banyak pensiunan TNI dan Polri pada jajaran pemerintahan serta BUMN, memunculkan kekhawatiran masyarakat (kembali) dwifungsi ABRI,”

tutur dia.

Pemerintah memang memperluas struktur organisasi TNI selama pemerintahan Prabowo. Pada 5 Oktober 2026, Presiden meresmikan 204 satuan baru TNI, termasuk enam Kodam dan 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.  

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.