Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago mengatakan soliditas koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto berpotensi menghadapi ujian menjelang Pilpres 2029.
Dia berpendapat kesamaan kepentingan dalam pemerintahan saat ini belum tentu bertahan ketika partai dan tokoh politik mulai menghitung peluang untuk menentukan konfigurasi kepemimpinan nasional tiga tahun mendatang.
“Ada kepentingan jangka pendek dalam pemerintahan, tetapi ada juga kalkulasi jangka panjang terkait kepemimpinan nasional pada 2029,”
kata Arifki kepada Owrite.id, Senin, 19 Oktober 2026.
Perebutan Bangku
Salah satu titik yang berpotensi memunculkan perbedaan kepentingan adalah penentuan calon wakil presiden. Posisi tersebut, lanjut dia, hanya tersedia bagi satu orang dalam satu pasangan calon, sehingga persaingan di antara tokoh-tokoh yang berambisi dapat memengaruhi hubungan antarkekuatan dalam koalisi.






