Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan partainya tidak didirikan semata-mata untuk mengantarkan ketua umum menjadi presiden atau wakil presiden. Ia menyebut Golkar memiliki tujuan lebih luas, yakni menjadi instrumen politik untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai peluang ketua umum partai menjadi wakil presiden, termasuk kemungkinan mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2029.
Partai Golkar itu lahir bukan hanya semata-mata untuk menjadikan ketua umum jadi presiden sama wapres. Tapi Partai Golkar ini lahir untuk menjadi instrumen politik negara dalam mewujudkan cita-cita negara,”
kata Bahlil, di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Singgung Sejarah Golkar

Bahlil menjelaskan, pandangannya tersebut berkaitan dengan sejarah panjang Partai Golkar. Ia mengingatkan, partai yang lahir pada 1964 itu telah mengikuti Pemilu 1971, tetapi menurutnya belum pernah memiliki ketua umum yang lebih dahulu menjabat sebagai ketua umum sebelum menjadi presiden.







