Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Malaysia-Singapura Kritik Kabut Asap, Dasco Malah Jawab Begini..

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menanggapi kritik Malaysia dan Singapura terkait kabut asap lintas batas.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (ANTARA FOTO/Fauzan/bar)

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah Indonesia menyikapi kritik Malaysia dan Singapura terkait kabut asap lintas batas secara proporsional.

Menurut dia, kritik dari negara tetangga tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan, melainkan dijawab melalui kerja nyata untuk melindungi masyarakat dan memulihkan lingkungan. Hal itu disampaikan Dasco dalam pidato peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.

Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan, kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,”

kata Dasco.

Dasco mengatakan, Indonesia perlu menghargai perhatian, kritik, dan rekomendasi dari Malaysia serta Singapura terkait persoalan kabut asap lintas batas.

Iklan

Namun, penghargaan tersebut tidak berarti Indonesia harus menerima seluruh penilaian yang disampaikan negara lain.

Kita patut menghargainya tanpa harus menerima setiap penilaian,”

ucapnya.

Dikatakan Dasco, pemerintah perlu menyikapi kritik tersebut secara terbuka dan proporsional. Di satu sisi, Indonesia dapat memiliki pandangan berbeda terhadap penilaian negara lain.

Di sisi lain, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus tetap dilakukan secara serius, terutama untuk melindungi masyarakat yang terdampak.

Ia menegaskan, penanganan kabut asap tidak cukup dilakukan melalui jalur diplomasi. Pemerintah juga perlu memperkuat pencegahan kebakaran, penegakan hukum, serta pertanggungjawaban pelaku usaha yang kegiatan operasionalnya berkaitan dengan kebakaran dan pencemaran lintas batas.

Yang paling penting ialah melindungi warga terdampak, memperkuat pencegahan dan penegakan hukum, serta memulihkan lingkungan dan memastikan tanggung jawab pelaku usaha, termasuk yang memiliki rantai kegiatan lintas negara,”

ungkap Dasco.

Dasco turut menyoroti tanggung jawab perusahaan yang memiliki kegiatan atau rantai usaha lintas negara.

Lanjut dia, penanganan kabut asap harus disertai langkah nyata untuk memastikan pelaku usaha bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan, termasuk pemulihan wilayah terdampak.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan lingkungan berkaitan erat dengan keamanan dan keselamatan masyarakat.

Kebakaran hutan dan lahan, kabut asap lintas batas, banjir, cuaca ekstrem, hingga ancaman ketahanan pangan merupakan persoalan yang saling berkaitan dan membutuhkan penanganan terpadu.

Bencana kebakaran hutan dan lahan, asap lintas batas, banjir, cuaca ekstrem, serta ancaman pangan memperlihatkan bahwa keselamatan rakyat dan keamanan negeri kini saling bertaut,”

jelasnya.

Untuk memperkuat penanganan persoalan lintas batas, Dasco mendorong parlemen negara-negara ASEAN meningkatkan kerja sama.

Menurut dia, komunikasi antarlembaga perwakilan negara tidak seharusnya hanya dilakukan ketika krisis muncul.

Saya memandang sudah saatnya parlemen-parlemen ASEAN duduk lebih erat, tidak hanya ketika terjadi krisis,”

terangnya.

Ia mengatakan, kerja sama antarparlemen perlu mencakup pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas.

Koordinasi yang lebih erat diharapkan membantu negara-negara ASEAN merumuskan solusi terhadap persoalan yang dampaknya melampaui wilayah nasional masing-masing.

Kita perlu membangun kerja sama antar-parlemen untuk pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas,”

tuturnya.

Dasco menegaskan, hubungan Indonesia dengan negara tetangga harus tetap dilandasi sikap saling menghormati dan keterbukaan.

Perbedaan pandangan, menurut dia, tidak boleh menghalangi upaya bersama untuk menyelesaikan persoalan yang berdampak terhadap masyarakat di kawasan.

Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama,”

pungkasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar