Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Satu Pemerintahan Banyak Kepentingan! Persaingan Partai Menuju 2029 Makin Panas

Kerja sama partai-partai dalam pemerintahan tidak serta-merta menghilangkan persaingan maupun kepentingan politik masing-masing menjelang Pemilu 2029.

Gambar ilustrasi dibuat oleh Ai

Kerja sama partai-partai dalam pemerintahan tidak serta-merta menghilangkan persaingan maupun kepentingan politik masing-masing menjelang Pemilu 2029.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai respons partai terhadap polemik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka perlu dilihat berdasarkan kalkulasi politik setiap partai, bukan semata-mata dari sikap mendukung atau mengkritik Gibran.

Karena itu, respons partai terhadap polemik ini perlu dilihat dalam konteks kepentingan politik masing-masing,”

kata Arifki kepada Owrite, Selasa, 3 November 2026.

Arifki mengingatkan, agar polemik tersebut tidak hanya dipandang sebagai pertarungan antara pihak yang mendukung Gibran dan kelompok yang mengkritiknya.

Iklan

Menurut dia, terdapat kepentingan politik yang lebih luas di balik respons setiap partai terhadap persoalan tersebut.

Jadi, jangan hanya membaca ini sebagai persoalan siapa mendukung Gibran dan siapa yang mengkritik,”

ucapnya.

Agenda Politik Partai

Ia menjelaskan, partai-partai yang saat ini bekerja sama dalam pemerintahan tetap memiliki agenda politik sendiri untuk menghadapi pemilu berikutnya.

Kondisi tersebut, menurut Arifki merupakan bagian dari dinamika yang wajar dalam sistem multipartai.

Partai-partai bisa bekerja sama dalam pemerintahan, tetapi tetap memiliki agenda politik sendiri untuk pemilu berikutnya. Itu hal yang wajar,”

jelasnya.

Meski memiliki kepentingan masing-masing, Arifki menilai partai-partai tetap perlu memperhitungkan hubungan koalisi yang sedang berjalan.

Tantangannya adalah menjaga ruang bagi agenda politik masing-masing tanpa mengganggu kerja sama dalam pemerintahan.

Yang menarik adalah bagaimana mereka menjaga kepentingan politik masing-masing tanpa mengganggu hubungan koalisi yang sedang berjalan,”

ungkapnya.

Arifki menambahkan, dinamika politik tidak hanya berkaitan dengan siapa yang sedang menduduki jabatan saat ini. Para tokoh dan partai juga tengah berupaya membangun posisi untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.

Pada akhirnya, sambung Arifki, politik tidak hanya berbicara tentang siapa yang sedang menjabat hari ini, tetapi juga siapa yang sedang mempersiapkan posisi untuk masa depan.

Gibran, AHY, Puan, Cak Imin, Zulhas, maupun figur dari Golkar berada dalam dinamika politik yang sama. Bagaimana masing-masing membangun posisi itulah yang menarik untuk kita cermati menuju 2029,”

pungkasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rahmat Tunny adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal