Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Nyawa Prajurit Melayang saat Padamkan Api, Politisi PKB Sentil Pemerintah soal Keselamatan Petugas

DPR menyoroti insiden tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) gugur saat menjalankan misi pemadaman menggunakan helikopter Mi-17V5 di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Relawan berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Sumber: Antara Foto/Auliya Rahman/tom)
Relawan berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Sumber: Antara Foto/Auliya Rahman/tom)

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mendesak pemerintah mengevaluasi keselamatan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Ia menegaskan pengorbanan para petugas harus diikuti perbaikan perlindungan, kesiapan armada, dan prosedur operasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Dukacita yang mendalam atas gugurnya para prajurit kita saat tengah melakukan misi pemadaman Karhutla. Mereka perlu diapresiasi yang layak oleh Negara,”

kata Daniel dalam keterangannya, Jumat, 6 November 2026.

Tiga prajurit yang gugur adalah Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anm) Heri Prasetyo. Ketiganya mendapat kenaikan pangkat luar biasa setelah gugur dalam tugas.

Iklan

Helikopter Mi-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) itu jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, pada Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 11.18 WIB.

Helikopter tersebut membawa delapan personel dan sedang menjalankan misi pengambilan air untuk operasi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Dalam perkembangan evakuasi, lima personel berhasil selamat dan mendapat perawatan di RSUD Kuala Pembuang.

Tiga lainnya dinyatakan gugur. Jenazah prajurit terakhir yang ditemukan, Sertu Heri Prasetyo, berhasil dievakuasi pada Jumat, 6 November 2026.

Daniel menilai penanganan karhutla bukan misi sederhana. Para petugas harus bekerja di tengah medan sulit, kondisi alam yang menantang, serta risiko keselamatan yang tidak kecil.

Empati yang dalam juga selayaknya diberikan kepada semua petugas dan sukarelawan yang sudah banyak berkorban meninggalkan istri dan anak, mempertaruhkan nyawa, energi dan waktu, bahkan yang wafat saat berjuang dilapangan memadamkan api,”

tuturnya.

Ia mengingatkan, gugurnya tiga prajurit TNI bukan satu-satunya pengorbanan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Sejumlah petugas dan relawan juga telah kehilangan nyawa saat membantu proses pemadaman.

Sudah cukup banyak petugas dan relawan yang gugur saat membantu proses pemadaman Karhutla. Dari semua ini, seharusnya ada kesadaran bersama betapa besarnya cost yang ditimbulkan akibat Karhutla,”

lanjut Daniel.

Menurut Daniel, besarnya risiko tersebut harus diikuti evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan personel.

Ia meminta pemerintah memastikan kesiapan armada, peralatan, hingga prosedur operasi sebelum petugas diterjunkan ke lapangan.

Evaluasi menyeluruh diperlukan agar setiap misi pemadaman dapat dilaksanakan dengan kesiapan dan mitigasi risiko yang memadai, termasuk pemeliharaan armada dan kesiapan alat-alat serta prosedur pelaksanaan misi,”

jelasnya.

Daniel juga meminta hasil investigasi kecelakaan helikopter disampaikan secara cermat dan dijadikan dasar perbaikan keselamatan operasi.

Ia menekankan pentingnya memastikan ketersediaan perlengkapan, perlindungan kerja, dan dukungan logistik bagi petugas.

Jadikan pula hasil investigasi sebagai dasar perbaikan keselamatan operasi ke depan. Hasil investigasi juga harus disampaikan secara seksama, termasuk mengawal ketersediaan peralatan, perlindungan kerja, dan dukungan logistik bagi petugas di lapangan,”

pungkasnya.

Ia menegaskan, penghargaan terhadap pengabdian petugas tidak cukup hanya diberikan setelah mereka gugur.

Lebih jauh Daniel, perlindungan keselamatan dan kelengkapan fasilitas kerja harus menjadi perhatian pemerintah dalam setiap operasi penanggulangan karhutla.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar