Ranah Minang Silokek
Sementara itu, Geopark Ranah Minang Silokek mendapat kesempatan tambahan waktu dua tahun untuk melengkapi rekomendasi UNESCO sebelum kembali diusulkan sebagai geopark dunia.
Hasil tersebut disampaikan dalam Sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks yang berlangsung di Paris, Prancis, pada 2 hingga 4 November 2026.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti upaya Indonesia dalam memperkuat pengelolaan geopark, menjaga kelestarian warisan geologi, serta mengembangkan pariwisata berkelanjutan.
Status geopark dunia harus dijaga melalui tata kelola yang kuat, konservasi yang nyata, dan pelibatan masyarakat lokal. Kita ingin keberadaan geopark tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia di tingkat dunia, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,”
ujar Menteri Pariwisata, Widiyanti.
Melalui pencapaian tersebut, Indonesia diharapkan dapat semakin memperkuat potensi wisata berbasis geologi sekaligus menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke berbagai geopark yang ada di Tanah Air.