Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 9 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Pencekalan Bos Djarum Dicabut, MAKI: Diskriminatif dan Tak Adil
Nasional

Pencekalan Bos Djarum Dicabut, MAKI: Diskriminatif dan Tak Adil

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
Last updated: Desember 3, 2025 11:48 am
Rahmat
Amin Suciady
Share
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kiri) didampingi Chief Operating Officer (COO) PT Djarum Victor Rachmat Hartono (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) berdialog dengan warga penerima manfaat Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Desa Pasuruan Kidul, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kiri) didampingi Chief Operating Officer (COO) PT Djarum Victor Rachmat Hartono (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) berdialog dengan warga penerima manfaat Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Desa Pasuruan Kidul, Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (6/11/2025). Menteri PKP meninjau pelaksanaan program RLSH yang digagas PT Djarum sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. (Foto: ANTARA FOTO/Nirza/agr/tom.)
SHARE

Belum ada kurun waktu satu bulan, Kejaksaan Agung (Kejagung) mencabut status pencekalan Bos PT Djarum, Victor Rachmat Hartono, di pertengahan pengusutan kasus korupsi pengecilan wajib pajak di lingkungan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hanya bermodalkan ‘kooperatif’, jadi sebuah pertimbangan besar penyidik Kejagung menyulap status pencekalan Bos Djarum karena sebelumnya telah diperiksa. Katanya belum ada urgensi bagi penyidik melakukan pencekalan melalui Ditjen Imigrasi.

Bagi Koordinator Koalisi Masyarakat Anti-korupsi (MAKI), Boyamin Saiman, Kejagung terkesan tidak serius menangani kasus korupsi tersebut lantaran melibatkan perusahaan swasta besar.

Padahal ada beberapa orang lain yang juga dicekal dan pernah diperiksa, seperti mantan Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo, Bernadette Ning Dijah selaku Kepala KPP Madya Dua. Mereka yang kooperatif dipanggil penyidik justru tidak dicabut pencekalannya.

Rasanya menjadi tidak enak, karena faktanya kalau bicara dari sisi harta, inikan yang dicabut ini kan yang paling kaya. Kalau yang lain-lain inikan level menengah kebawah,”

kata Boyamin kepada owrite.id, Rabu, 3 Desember 2025.

Sejatinya, bila ada pihak-pihak yang dicekal tersebut, tentunya penyidik Kejagung memiliki urgensi agar orang tersebut tidak melarikan diri agar kasusnya cepat tuntas dan serius penanganannya.

Kalau nanti tiba-tiba melarikan diri atau berada di luar negeri atau tidak pernah pulang dari luar negeri dengan alasan ini itu, apa jaminannya?”

Boyamin mempertanyakan.

Victor awalnya dicekal oleh Kejagung melalui Imigrasi pada 14 November 2025 dan berlaku sampai enam bulan kedepan. Dalam rentang waktu itu, menurut Boyamin Kejagung memiliki target merampungkan berkas perkaranya.

Walaupun Kejagung bisa mengajukan pencekalan lagi terhadap Victor nantinya, namun penyidik dianggap jadi bisa berleha-leha untuk mengusut kasus korupsi di lingkungan Ditjen Pajak itu. Disatu sisi, fenomena diskriminatif juga nampak jelas kalau hanya satu orang saja yang pencekalannya dicabut.

Jadi ya itu aja rasanya, mengusik rasa keadilan. Dan kalau diskriminasi, ya jelas ada diskriminasi disitu. Karena yang menengah ke bawah tidak dicabut, yang menengah ke atas yang paling kaya raya di cabut, itukan mencederai rasa keadilan masyarakat,”

tegasnya.

Tapi rasanya ini tidak adil, yang lain tidak dicabut yang satu dicabut. Mestinya semuanya tidak dicabut,”

Boyamin menambahkan.

Boyamin mewanti-wanti jikalau kasus korupsi yang sedang ditangani Kejagung itu terlalu berlarut-larut, dirinya bakal melakukan gugatan praperadilan dengan indikasi penyelidikan yang tidak serius serta pencabutan pencekalan Victor tidak cukup alasan.

Kita tunggu sampai berapa serius atau tidaknya Kejagung dalam perkara ini, dan kita tunggu karena korupsi yang melibatkan orang tidak berduit itu ditahan dengan proses yang istilahnya cukup ketat tidak ada penangguhan dan sebagainya,”

tutup Boyamin.
Tag:boyamin saimanKejagungmasyarakat anti korupsipt djarumvictor rahmat hartono
Share This Article
Email Salin Tautan Print
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput isu nasional dengan berfokus pada bidang politik hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi Virus
Kesehatan

Ahli Kesehatan Tegaskan Hantavirus Tak Akan Jadi Pandemi seperti Covid-19

Epidemiolog sekaligus Ahli Kesehatan, Dicky Budiman menegaskan bahwa penularan Hantavirus berbeda jauh dengan Covid-19. Virus ini bukan menyebar dari manusia ke manusia, tetapi dari lingkungan yang terkontaminasi dari tikus. Menurut…

By
Syifa Fauziah
Ivan
3 Min Read
Ganjil genap di Jakarta
Megapolitan

Jadwal Ganjil Genap Jakarta 2026: Jam Berlaku, Lokasi, dan Daftar Jalan Terbaru

Info ganjil-genap (gage) 2026 jam berapa sih di Jakarta? Informasi ini tentu sangat penting bagi kamu yang ingin melewati jalan di Kota Jakarta. Jangan sampai pejalanan kamu terhambat karena diberhentikan…

By
Syifa Fauziah
Ivan
5 Min Read
BPJS Kesehatan
Hype

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026

Kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) selama ini dikenal sebagai “penyelamat” masyarakat, karena membantu meringankan biaya pengobatan di rumah sakit. Mulai dari rawat inap, operasi, hingga pengobatan penyakit…

By
Ani Ratnasari
Ivan
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Sejumlah peserta mengikuti pelatihan manajemen guru dan kepala Sekolah Rakyat di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Nasional

JPPI Kritik Keras Aturan Baru Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir pada 2026

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyesalkan adanya Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7…

Ivan OWRITESyifa Fauziah
By
Ivan
Syifa Fauziah
10 jam lalu
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan paparan utama (keynote speech) pada peluncuran buku dan Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion) bertajuk Mengawal Mutu Pengawasan Pelayanan Publik di Gedung Ombudsman, Jakarta, Selasa, (9/12/2025)
Nasional

Kabar PPPK Bakal Dirumahkan dan PHK Bikin Geger, Ini Penjelasan Lengkap Menpan-RB 

Pemerintah memastikan, tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap Pegawai Pemerintah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
10 jam lalu
Kepala BGN, Dadan Hindayana
Nasional

Kepala BGN Klaim 6 Juta Liter Minyak Jelantah dari Program MBG Bisa jadi Energi Hijau

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menghasilkan sekitar 6 juta liter minyak…

Ani RatnasariAmin Suciady
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
10 jam lalu
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (tengah) berjalan menuju kendaraan usai melakukan pertemuan dengan pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/5/2026). Pertemuan tersebut membahas pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial.
Nasional

Mensos Gus Ipul Soal Foto Viral Sepatu Siswa: Pemberian Gubernur Jawa Timur

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengklarifikasi foto viral sepatu siswa…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up