Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah akan menghapus kredit macet pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Airlangga mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan skema keringanan kepada pelaku UMKM. Hal itu mencakup restrukturisasi hingga penghapusan kredit macet UMKM.
Ya nanti kan kita sudah memberikan relaksasi untuk UMKM regulasinya sudah ada dan itu bisa berlaku otomatis. Restrukturisasi dan penghapusan kredit,”
Airlangga di Gandaria City dikutip, Jumat, 5 Desember 2025.
Airlangga mengakui, bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera akan menurunkan pertumbuhan ekonomi di wilayah yang terdampak.
Memang pertumbuhan di daerah bencana dipastikan akan turun yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Nah tentu kita tadi, kita prihatin dengan situasi yang ada dan tentu akan ada program untuk perbaikan infrastruktur kedepannya rehabilitasi,”
Airlangga.
Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perusahaan industri skala mikro dan kecil menurut provinsi pada tahun 2024, di Aceh usaha mikro sebanyak 106.147 dan usaha kecil sejumlah 2.360.
Lalu di Provinsi Sumatera Utara jumlah perusahaan skala mikro sebanyak 116.906, dan skala kecil sebesar 7.005. Kemudian Sumatera Barat skala mikro sebanyak 85.194, dan skala kecil 2.859.



